Berita

Sebanyak 101 KPM di Desa Danaraja Banjarnegara Mendapatkan BLT DD Tiga Tahap Sekaligus

123
×

Sebanyak 101 KPM di Desa Danaraja Banjarnegara Mendapatkan BLT DD Tiga Tahap Sekaligus

Sebarkan artikel ini
Suasana penyerahan BLT DD di Balai Desa Danareja. Senin, 19/12/2022. (Foto: Gunawan/Lensa Nusantara)

Banjarnegara, LENSANUSANTARA.CO.ID – Sebanyak 101 KPM di Desa Danareja hari ini, Senin (19/12/2022) mengambil Bantuan Langsung Tunai yang bersumber dari Dana Desa (DD) di Balai desa setempat.

Pantauan LENSANUSANTARA.CO.ID sendiri dilokasi, penerima bantuan di Desa Danaraja diprioritaskan yang utama khusus lansia yang belum menerima bantuan lain, mengalami riwayat sakit kronis menahun, ODGJ, serta yang kehilangan pencaharian, dengan nominal Rp 300 ribu sebulan, tetapi khusus untuk akhir tahun, pengambilan BLT dirapel tiga bulan langsung, dari bulan September hingga Desember.

Example 300x600

Dibandingkan pada tahun 2021 lalu, penerima BLT yang bersumber dari DD, di desa Danaraja yang sebelumnya mencapai 200 lebih, setelah pandemi Covid dirasa sudah aman, akhirnya di fokuskan untuk yang benar – benar tepat sasaran.

BACA JUGA :
Ratusan Massa Pendukung Salah Satu Peserta Pilkades Geruduk Kantor Desa Blimbing di Banjarnegara

Salah satu warga Yatinah (66) saat diwawancarai mengatakan, dirinya merasa senang dan bersyukur, karena bantuan tersebut sangat berarti disaat dirinya sakit kropos tulang yang hingga sskarang belum sembuh.

BACA JUGA :
Kinerja Satpol PP Banjarnegara Diuji, Diduga Masih Marak Tempat Karaoke Sediakan Miras dan LC

“Alhamdulillah sekali dapat bantuan, bisa membantu saya yang saat ini lagi sakit lama,tulang kropos sakitnya,” ungkap Yatinah.

Menurut Kades Titon Sunandar, pembagian BLT yang bersumber dari DD tersebut, untuk tahun 2022 memang diprioritaskan yang benar – benar membutuhkan, karena hal itu diambil agar tepat sasaran.

BACA JUGA :
Perpusnas Dorong Perpustakaan Daerah Banjarnegara Sosialisasikan Akses Buku Ilmu Terapan Untuk Masyarakat

“Untuk BLT DD tahun 2022 kita prioritaskan untuk beberapa kategori, seperti ODGJ, lansia, serta warga yang sakit lama, karena agar tepat sasaran, kalau tahun ini memang pengurangan dibandingkan tahun 2021 lalu, karena kan pandemi sudah tidak seheboh dulu, yang memang mematikan perekonomian masyarakat,” pungkas Titon. (GN)

error: Content is protected !!