Berita

Cetak Pembina Tangguh, Wabup Bondowoso Buka KMD Pramuka dengan Skema 80 Persen Praktik

1620
×

Cetak Pembina Tangguh, Wabup Bondowoso Buka KMD Pramuka dengan Skema 80 Persen Praktik

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, yang juga menjabat Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Bondowoso, membuka secara resmi Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) Angkatan I golongan penggalang, Sabtu (10/4/2026).

Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID – Upaya memperkuat fondasi karakter generasi muda terus didorong Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Gerakan Pramuka. Hal itu terlihat saat Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, yang juga menjabat Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Bondowoso, membuka secara resmi Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) Angkatan I golongan penggalang, Sabtu (10/4/2026).


Kegiatan yang digelar Kwarcab Bondowoso ini dipusatkan di Kwartir Ranting Pakem, dengan lokasi pelaksanaan di SDN Petung 1, Kecamatan Pakem. Pembukaan KMD tersebut menjadi penanda keseriusan daerah dalam meningkatkan kualitas pembina pramuka di tingkat akar rumput.

Example 300x600


Dalam arahannya, As’ad Yahya Syafi’i menegaskan bahwa peran pembina pramuka tidak bisa dipandang sebelah mata. Pembina, kata dia, merupakan ujung tombak dalam membentuk generasi muda yang disiplin, mandiri, serta memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat.

BACA JUGA :
Hadroh Kodim 0822 Bondowoso Tampil Memukau Dalam Peringatan 1 Abad Nahdatul Ulama


“Kualitas pembina sangat menentukan arah pembinaan generasi muda kita. Karena itu, kegiatan seperti KMD ini menjadi sangat penting untuk meningkatkan kapasitas dan integritas para pembina,” tegasnya.

BACA JUGA :
Dandim 0822 Bondowoso Launching Kampung Pancasila


Ia juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan tersebut, yang dinilai sebagai langkah konkret dalam memperkuat sumber daya manusia di lingkungan Gerakan Pramuka, khususnya pada golongan penggalang.


Pelaksanaan KMD sendiri dibagi dalam dua tahap, yakni 10–12 April dan dilanjutkan pada 17–19 April 2026. Selama pelatihan, peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga dibekali praktik lapangan yang dominan.


Dengan komposisi 80 persen praktik dan 20 persen teori, skema pelatihan ini dirancang untuk mencetak pembina yang benar-benar siap terjun di lapangan. Pendekatan tersebut dinilai lebih efektif dalam membangun keterampilan dan kepekaan pembina terhadap dinamika pembinaan peserta didik.

BACA JUGA :
Sehari Jelang Pelantikan Kades, Kapolres Bondowoso Imbau Tak Berkonvoi


Melalui KMD ini, para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di gugus depan masing-masing. Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong Gerakan Pramuka di Bondowoso semakin berkembang dan berkontribusi nyata dalam pembangunan karakter generasi muda di daerah.(Arik)