Banjarnegara, LENSANUAANTARA.CO.ID – Dibandingkan 2025 lalu, pengunjung wisata kebun binatang Seruling Mas Zoo Kabupaten Banjarnegara di tahun 2026 saat libur lebaran menurun hingga mencapai 15 persen. Hal itu disampaikan Kepala Divisi Marketing Novrizal Alamsyah Giantara kepada lensanusantara.co.id saat ditemui di kantornya.
Menurut Novrizal, penurunan pengunjung di akibatkan beberapa faktor, seperti lesunya perekonomian masyarakat, banyak wisata yang saat ini bermunculan khususnya di Banjarnegara, hingga libur Tahun baru yang berdekatan dengan libur lebaran.
“Pada 2025 lalu, pengunjung seruling mas zoo mencapai 35 ribu, tapi untuk tahun ini sekitar 32 ribu,tapi untungnya angka penurunannya tidak sampai signifikan,” ujar Novrizal.
Novrizal mengakui, kebanyakan pengunjung yang datang ke seruling mas zoo berasal dari luar Kabupaten Banjarnegara, seperti Kebumen, Wonosobo, Temanggung, Cilacap, Purbalingga dan Banyumas.
“Memang untuk wahana wisata margasatwa kan wilayah Kedu dan eks Banyumas hanya di Banjarnegara yang ada, makanya pengunjung yang kesini kebanyakan dari luar Banjarnegara, dan untuk tiket hari biasa itu Rp 25 ribu, sedangkan seperti liburna lebaran kemarin itu Rp 30 ribu,” jelas Novrizal.
Seruling mas zoo sendiri yang berlokasi di jalan Selomanik, tepatnya di sebelah Barat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banjarnegara tersebut saat ini dihuni 144 satwa.
“Jumlah total satwa ada 144 dari 44 jenis, tapi yang saat ini menjadi ikonnya Gajah Sumatra, itu yang sering di sukai para pengunjung, terutama anak-anak, terus Harimau, rusa, memang saat ini kita fokus ke branding dan perencanaan perbaikan kandang, sedangkan untuk satwa belum terpikirkan untuk penambahan,
Dalam pengamatan wartawan, selain Gajah Sumatra, rusa dan Harimau, Seruling mas zoo juga dihuni beberapa satwa lainnya yang menarik para pengunjung, seperti Beruang madu, Orang utan, Musang bulan, Iguana, Buaya, lutung, monyet hingga beberapa burung yang dilindungi. (Gunawan)














