Nasional

DPR RI Nur Yasin Bersama BPOM Dorong Masyarakat Konsumsi Obat dan Makanan Aman

×

DPR RI Nur Yasin Bersama BPOM Dorong Masyarakat Konsumsi Obat dan Makanan Aman

Sebarkan artikel ini
BPOM
Peserta Ikut Sosialisasi Standar Pangan Olahan Kepada Masyarakat, Selasa (28/2/2023). (Foto: Badri/ LensaNusantara).

Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – DPR RI Anggota Komisi IX Nur Yasin menggandeng BPOM sebagai mitra kerja dengan terus terjalin untuk meningkatkan sosialisasi kesadaran masyarakat akan pentingnya mengonsumsi Obat dan Makanan yang aman.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melaksanakan edukasi yang terus menerus kepada masyarakat. Selasa (28/2/2023).

Example 300x600

Nur Yasin Anggota DPR RI Komisi IX mengatakan, BPOM sangat dibutuhkan bagi ibu – ibu berkaitan dengan makanan dan obat – obatan, yang boleh di makan dan obat yang tidak boleh di konsumsi.

BACA JUGA :  Gunawan Motor Melaporkan Husnul Khotimah ke Polres Jember, Dugaan Pemalsuan Kwitansi

“Stunting bukan karena makanan tidak bergizi, oleh karena itu makanan tambahan masih di rubah oleh pemerintah, sedangkan di cari penggantinya seperti susu bubuk,” ungkap Nur Yasin.

Bahkan setiap rapat Stunting kami bertengkar, sehingga pemerintah tetap memakai standar WHO.

“Begitu di survei Jember semuanya di ukur 10,1 persen, karena WHO tentunya metodenya dan pengukurannya berbeda kalau kita di ukur semua atau di cacah sedangkan WHO di sampling,” terangnya.

BACA JUGA :  Vaksinasi Serentak, Forkopimda Probolinggo Zoom Meeting bersama Presiden RI di Ponpes Nurul Qodim

Ditempat yang sama, Anisa Direktur Standarisasi Pangan dan Olahan BPOM mengungkapkan, edukasi tentang gizi ini penting. Saat ini penyakit tidak menular di kalangan masyarakat semakin meningkat seperti jantung dan darah tinggi.

“Salah satu sumbangan dari makanan itu perlu dicermati oleh masyarakat, dan edukasi gizi membaca di label,” tambahnya.

Setiap konsumen harus membaca kandungan lemaknya berapa masyarakat yang menderita penyakit diabetes perlu mencermati produk.

“Produk expayet jatuh temponya tanggal sebelum baik digunakan, para konsumen memilah produk masih layak di konsumsi atau tidak,” bebernya.

BACA JUGA :  Dirut PHR Masuk Top 50 Most Popular CEO di Indonesia

Kalau produknya resiko rendah cukup di daftarkan di PIRT Dinas Kesehatan setempat atau di PTSP.

“Jatuh tempo produk bervariasi mencermati, dibiarkan penyimpanan seharusnya di suhu ruang kalau di cicipi sudah tengik atau minyaknya berbau,” tukasnya. (Dri).

**) IIkuti berita terbaru Lensa Nusantara di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.