Kriminal

Hakim PN Bogor Vonis 9 Tahun Pelaku Pembacokan Siswa SMKN di Kawasan Pomad

×

Hakim PN Bogor Vonis 9 Tahun Pelaku Pembacokan Siswa SMKN di Kawasan Pomad

Sebarkan artikel ini
Posbakum LBH Sinar Asih
Terdakwa hanya bisa tertunduk lesu saat hakim PN Bogor membacakan vonis. Senin 12/06/23. ( Foto : Moel/LensaNusantara)

Bogor, LENSANUSANTARA.CO.ID – Pelaku pembacokan seorang siswa SMKN yang berujung korban tewas beberapa bulan lalu di Kawasan Simpang Pomad Kecamatan Bogor Utara, divonis Sembilan tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Kota Bogor. Senin (12/06/2023).

Dalam amar putusannya, majelis hakim memvonis anak berhadapan dengan hukum AGH alias Tukul ini dengan pidana 9 tahun penjara dipotong masa tahanan.

Example 300x600

Pengacara terdakwa AGH alias Tukul dari Posbakum LBH Sinar Asih, Endeh Herdiani, mengatakan pihaknya tetap berpandangan menghormati putusan majelis hakim PN Bogor.

BACA JUGA :  Satresnarkoba Polrestabes Surabaya Panen Tangkapan Kasus Sabu

Saat ini pihaknya mengambil sikap pikir-pikir terhadap putusan yang dijatuhkan kepada kliennya karena saat ini fokus sebagai pembela terus berjalan untuk berupaya meringankan vonis majelis hakim kepada kliennya.

“Kami mewakili dari keluarga terdakwa juga meminta maaf kepada keluarga korban pelajar berinisial AR karena perbuatan AGH yang masih tergolong anak menyebabkan meninggal dunia,” ungkapnya.

Sementara itu Dekan Fakultas Hukum Universitas Pakuan Bogor, Asmak Hul Hosnah mengungkapkan majelis hakim sudah tepat menjatuhkan hukuman sesuai perbuatan untuk mempertanggungjawabkan proses hukum yang berlangsung dari terdakwa.

BACA JUGA :  Grebek Rumah Kost di Kota Bangkinang, Polisi Amankan Satu Tersangka dengan 15 Paket Shabu

“Sebagai akademisi melihat tidak ada yang meringankan dari terdakwa AGH alias Tukul karena merupakan residivis dan melakukan tindakan pembunuhan di depan umum kepada pelajar kemudian juga sempat melarikan diri hingga akhirnya tertangkap aparat Polresta Bogor Kota di kawasan Jogjakarta,” katanya.

Selanjutnya pihaknya mengharapkan agar kasus tersebut menjadi efek jera kepada siapapun yang akan melakukan tindakan kejahatan, terlebih menghilangkan nyawa seseorang karena akan berdampak konsekuensi hukum dengan adanya hukuman penjara yang harus dijalani oleh seseorang terutama anak berhadapan dengan hukum sehingga peran serta pembinaan dari mulai keluarga masyarakat dan pemerintah harus terus berlangsung. (Moel/RtH)

**) IIkuti berita terbaru Lensa Nusantara di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.