Berita

Bangunan Bekas Mebel di Sekitar SPBU Maesan Bondowoso Digunakan untuk Penimbunan BBM

×

Bangunan Bekas Mebel di Sekitar SPBU Maesan Bondowoso Digunakan untuk Penimbunan BBM

Sebarkan artikel ini
SPBU Maesan
Bangunan bekas mebel di sekitar SPBU Maesan diduga menjadi tempat penimbunan BBM Subsidi


Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID – Bukan hal yang tabu, tengkulak BBM subsidi jenis pertalite bebas beraksi di wilayah hukum Bondowoso, kali ini tim investigasi memergoki seorang pria saat mencoba menimbun BBM di salah satu bangunan bekas mebel di sekitar SPBU Maesan.

Example 300x600

Pria tersebut bernama R warga Maesan menimbun beberapa jerigen plastik plastik berkapasitas kurang lebih 25 Liter.

Saat di tanya peruntukannya, R menyampaikan untuk diecer sendiri dan juga menjual ke pengecer lain tanpa menjelaskan nominal harganya.

BACA JUGA :  Pererat Tali Silaturahmi, Dandim 0822 Halal Bihalal ke Kediaman Ketua DPRD Bondowoso

“Saya orang Maesan sini, ya belinya di Pom sini (SPBU Maesan), ini untuk di ecer sendiri dan dijual ke para pengecer.” Kata dia kepada wartawan.

Sementara itu, Kristian Fajar Manajer SPBU Maesan justru menerangkan bahwa semua SPBU bohong jika tidak melayani para tengkulak.

“Kalau bicara tengkulak kita melihatnyakan umum pak, buktinya mereka beli standard jika dia sedot atau tidak kita kan tidak tau, kalau disedot saya rasa hampir semua SPBU bisa dicek kayaknya begitu, tapi kalau pas suplai ke tengkulak kita tidak bisa pastikan,” kata dia

BACA JUGA :  Perhutani Bondowoso Berikan Bantuan Kepada Korban Erupsi Gunung Semeru

Setelah disinggung terkait oknum suplayer yang tentunya tidak sedikit mengisi BBM di SPBU Maesan, pihaknya manyampaikan bahwa sesuai SOP CCTV selalu aktif dan terpantau oleh Pertamina.

“Sesuai SOP, CCTV selalu aktif dan terpantau oleh pihak Pertamina.” Tandasnya dia saat komunikasi via telepon WhatsApp.

BACA JUGA :  DPRD Seluma Gelar Rapat Paripurna Umumkan Bupati Dan Wakil Bupati Terpilih

Ditempat yang sama Jasuli warga sekitar berharap adanya penertiban atau penindakan dari APH (Aparat Penegak Hukum).

“Kalau mau melayani tengkulak bolehlah asalakan jangan berlebihan, kalau pas bolak balik kasian masyarakat yang juga ingin membeli BBM subsidi selalu kehabisan, dalam hal ini APH harus melakukan penindakan tegas”. Harapnya. (Fir)

**) IIkuti berita terbaru Lensa Nusantara di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.