Berita

Wabup Tapsel Berharap Desa Pahae Aek Sagala Jadi Penghasil Kopi Terbesar 2 Tahun Kedepan

86
×

Wabup Tapsel Berharap Desa Pahae Aek Sagala Jadi Penghasil Kopi Terbesar 2 Tahun Kedepan

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Tapanuli Selatan
Sejumlah bibit komoditas pertanian diberikan oleh Rasyid Assaf Dongoran, kepada koptan, di Desa Pahae Aek Sagala, Kecamatan Sipirok, Tapsel, Sabtu 19/08/2023 (Foto : Istimewa/LensaNusantara)

Tapanuli Selatan, LENSANUSANTARA.CO.ID – Wakil Bupati Tapanuli Selatan, Rasyid Assaf Dongoran, M.Si, bertemu Kelompok Tani Desa Pahae Aek Sagala dan memberikan bantuan 30.000 polybag, 1500 kayu manis, 1500 matoa, 2500 durian, 2000 jengkol, 500 manggis, 2000 petai, di Kecamatan Sipirok, Tapsel, Sabtu 19/08/2023

Pada kesempatan ramah tamah, Wakil Bupati Rasyid menyampaikan bahwa untuk mengajak warga berdoa dan berharap agar Desa Pahae Aek Sagala sebagai salah satu desa penghasil kopi terbesar 2 tahun kedepan.

Example 300x600

“Tolong ditanam dan dipelihara dengan baik, setelah usia 1 tahun, kita nanti usahakan pupuknya untuk memacu pertumbuhan. Insya Allah, tapi janji kita bersama sama bagi tugas,” harapnya.

BACA JUGA :
Penutupan AOE 2023, Penghargaan Sebagai Stand Terbaik Kategori Atraktif Diraih Pemkab Tapsel

Wabup Tapsel ini juga ucapkan rasa terimakasih kepada Tim Sumatra Rainforest Institute (SRI) yang telah membantu warga dan kedepannya dia berharap juga untuk mendampingi monitoring pemeliharaan dan perawatan tanaman.

BACA JUGA :
Wabup Rasyid Dorong Desa Lingkar Perkantoran Bupati Tapsel Optimalkan Lahan Pertanian

“Hal-hal seperti ini sesuai dengan visi Sehat, Cerdas, dan Sejahtera yang dibangun oleh Pemkab Tapsel. Apalagi tahun 2024 prioritas pembangunan adalah menjaga lingkungan hidup dan sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian lestari,” imbuh Rasyid Assaf Dongoran.

BACA JUGA :
Bupati Bersama DPRD Setujui Ranperda APBD Tapsel TA 2023 Menjadi Perda

Rasyid Assaf juga menyempatkan diri melaksanakan penyuluhan tentang hama dan penyakit Tanaman dan pengenalan pengendalian Ekosistem kebun.

“Walaupun saya merupakan Politisi Golkar dan Wakil Bupati, tapi masih ada juga ingatan ilmu biologi dan pengalaman pertanian,” pungkasnya sambil tertawa dan disambut tepuk tangan petani. (A Hanafi Nst)

error: Content is protected !!