Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Mahasiswa KKN Universitas Riau Manfaatkan Drum Bekas Jadi Tong Sampah untuk Masjid di Desa Sukajadi Bengkalis

×

Mahasiswa KKN Universitas Riau Manfaatkan Drum Bekas Jadi Tong Sampah untuk Masjid di Desa Sukajadi Bengkalis

Sebarkan artikel ini
Pengurus Masjid Jami' Al-Haq
Mahasiswa KKN UNRI membuat tong sampai dari drum bekas untuk masjid-masjid di Desa Sukajadi, Kabupaten Bengkalis,

Bengkalis, LENSANUSANTARA.CO.ID – Di tengah semangat pengabdian pada masyarakat dalam Kerja Kepedulian Nyata (KKN), mahasiswa dari Universitas Riau, tepatnya di Desa Sukajadi, Kabupaten Bengkalis, telah menunjukkan inovasi luar biasa.

Dengan semangat kreativitas, mereka telah berhasil mengubah drum bekas menjadi tong sampah yang bermanfaat untuk lingkungan sekitar. Program ini tidak hanya mencerminkan rasa peduli terhadap lingkungan, tetapi juga menunjukkan kolaborasi yang baik antara mahasiswa dan Masyarakat setempat.

Kelompok KKN Universitas Riau yang terdiri dari 10 anggota, dipimpin oleh Muhammad Idris sebagai Ketua Kelompok, telah bekerja keras dalam menghadirkan solusi inovatif untuk masalah sampah di Desa Sukajadi.

Anggota kelompok lainnya seperti Muhammad Ihsan, Silas Yuthinus B., Nur Adh Dhuha, Ihsana Arifa, Syadzahara Nurul C., Rissika Priutami, Zariami, Yohana Okoka, dan Diva Zahira, bersama-sama dengan bimbingan dari Bapak Dr. Nasrizal, SE., M. Si., Ak. dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau, Berhasil mewujudkan ide luar biasa ini.

BACA JUGA :
Syamsu Rahim Apresiasi Pertukaran Mahasiswa Merdeka III Modul Nusantara Oleh Universitas Tamansiswa Padang

Pada tanggal 16 Agustus 2023, mahasiswa KKN Universitas Riau dengan semangat dan kreativitas tinggi menghadirkan proyek yang bernilai bagi masyarakat. Mereka mengubah drum bekas yang sebelumnya tidak terpakai menjadi tong sampah yang berguna untuk memisahkan sampah organik dan anorganik. Tong sampah ini ditempatkan di beberapa masjid yang ada di desa Sukajadi, seperti: di Desa Sukajadi: Masjid Al-Falah, Musholla Al-Hidayah, dan Masjid Jami’ Al-Haq.

BACA JUGA :
Akselerasi Pemberdayaan Masyarakat, Ini Pesan Bupati Magetan

Program ini mendapat tanggapan positif dari pengurus masjid di Desa Sukajadi. Salah seorang pengurus masjid Jami’ Al-Haq, yaitu Heri Sandi menyampaikan pendapatnya tentang program ini.

“Sangat baik. Apalagi di masjid kami, belum ada tempat sampah organik dan anorganik yang besar. Hal ini sangat memudahkan jamaah dan orang-orang yang berkunjung untuk tidak membuang sampah sembarangan,” ungkapnya.

Langkah ini adalah contoh nyata bagaimana pemuda-pemudi kreatif dapat memberikan solusi konkret untuk permasalahan sehari-hari di masyarakat. Kolaborasi antara universitas, mahasiswa, dan komunitas setempat memiliki dampak positif yang besar dalam meningkatkan kualitas lingkungan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik.

BACA JUGA :
Akhirnya Kekecewaan Wali Murid MA Sabilil Mukarromah Terselesaikan Meski Tak Sesuai Harapan

Tidak hanya mengubah drum bekas menjadi tong sampah, dengan program kerja yang dilakukan kukerta Universitas ini juga dapat membangun kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan di masyarakat, program kerja ini merupakan inspirasi bagi kita semua untuk terlibat dalam upaya melestarikan alam sekitar. Semoga program semacam ini dapat menjadi teladan bagi inisiatif serupa di berbagai daerah, dan mendorong semakin banyak orang untuk berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.**

**) IIkuti berita terbaru Lensa Nusantara di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.