Berita

Silaturahmi ke Probolinggo, Yenny Wahid Sebut Suara Santri Juga jadi Penentu Kemenagan Bagi Calon Presiden di 2024

175
×

Silaturahmi ke Probolinggo, Yenny Wahid Sebut Suara Santri Juga jadi Penentu Kemenagan Bagi Calon Presiden di 2024

Sebarkan artikel ini
Zannuba Ariffah Chafsoh
Yenny Wahid saat berkunjung ke PP Nurul Qodim, di Desa Kalikajar Kulon, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. 21/12/2023 (Foto: Yusuf/LensaNusantara)

Probolinggo, LENSANUSANTARA.CO.ID – Zannuba Ariffah Chafsoh atau yang dikenal Yenny Wahid, menyebut bahwa suara perempuan menjadi perebutan suara ketiga pasangan calon presiden dan wakil presiden di pilpres 2024 mendatang.

Selain itu kata Yenny Wahid, suara pesantren juga menentukan kemenangan calon presiden saat ini. Namun dirinya masih belum bisa memastikan seberapa banyak suara pesantren untuk menentukan pilihannya, karena hingga saat ini suara dari pesantren terutama di Jawa Timur masih mengambang.

Example 300x600

“Ini menjadi salah satu tugas saya untuk mengharap suara-suara pesantren dan perempuan untuk Pilpres saat ini,” kata Yenny Wahid, saat bersilaturrahmi ke Ponpes Nurul Qadim, Paiton, Kabupaten Probolinggo, Kamis (21/12/2023).

BACA JUGA :
DKUPP Kabupaten Probolinggo Dorong UMKM Lewat Olahan Bawang Merah

Dikatakannya, yang menjadi massa mengambang itu kata dia, adalah massa Islam. Hal itu menjadi tugas dirinya mengharap suara Islam, terutama terhadap kaum perempuan.

“Kalau basis partai yakni basis merah yang memang saya dukung saat sudah cukup kuat lah. Yang mengambang ini adalah suara pesantren dan kaum perempuan, di mana di usia 40 tahun ke atas, suara perempuan masih belum menentukan pilihannya,” ungkapnya.

BACA JUGA :
HUT ke 4 Pantai Dewi Harmony, Pemdes bersama Masyarakat Desa Binor Probolinggo Gelar Festival 1.000 Nasi Karak

“Dan itu jumlahnya sangat besar, dengan kisaran mencapai 80 persen. Dan itu berdasarkan survei masih belum menentukan pilihannya. Ini yang akan menjadi perebutan ketiga pasangan calon,” sambung aktivis Nahdlatul Ulama, dan Direktur Wahid Institute itu.

Dan kebetulan lanjut Yenny, secara sosioligis, kaum perempuan dan pesantren dekat dengan dirinya. Yenny menuturkan, suara pesantren dan perempuan ada harapan besar untuk dirinya mendukung calon presiden yang didukungnya.

“Jadi kita bisa turun langsung ke ceruk di masa mengambang saat ini. Intinya, suara pesantren, perempuan dan Islam, sangat mentukanbsaat ini,” ucapnya.

BACA JUGA :
Pj Bupati Probolinggo Terima Kunjungan PCNU Kota Kraksaan

Sementara itu, pengasuh Ponpes Nurul Qadim, KH Hafidzul Hakim Noer menyambut baik kedatangan putri dari Gus Dur tersebut. Pria yang akrab disapa Gus Hagidz itu mengatakan, bahwa kedatangan Yenny Wahid tidak dalam rangka apapun, melainkan hanya bersilaturrahmi saja.

“Kemarin saya di Makassar, dapat telepon kalau ada Bu Yeni Wahid, mau silaturrahmi ke Ponpes ini. Jadi saya langsung pulang. Hanya bersilaturrahmi saja,” kata Gus Hafidz, menerangkan terkait kedatangan Yenny Wahid. (Ysf)