Blitar, LENSANUSANTARA.CO.ID – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar terus berupaya meningkatkan daya saing industri tembakau lokal melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor ini.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan menyelenggarakan pelatihan manajemen operasional bisnis bagi pekerja pabrik rokok di wilayah Blitar.
Kegiatan pelatihan ini digelar pada Rabu (25/9/2024) di Ruang Pertemuan Warung Makan Mbak Mei, Gurit, Babadan, Wlingi.
Sebanyak 50 karyawan dari beberapa pabrik rokok besar, seperti PT. Piramid Global Tobacco Selopuro, PT. Gemich Mapan Sejahtera Talun, PR. AM 1881 Selopuro, dan PR Bagong Kejora Selopuro, turut berpartisipasi dalam pelatihan ini.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Blitar, Darmadi, menekankan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi SDM di sektor industri tembakau. Fokus utamanya adalah pada pengembangan diri, loyalitas, penguatan nilai kejujuran, dan disiplin kerja para karyawan.
“Kami berharap dengan adanya penguatan SDM melalui pelatihan ini, produktivitas perusahaan rokok di Kabupaten Blitar dapat terus meningkat. Karyawan yang terampil dan loyal akan memberikan dampak signifikan terhadap keberhasilan perusahaan,” ungkap Darmadi kepada tim media ini, Kamis (10/10/24).
Selain sesi teori, pelatihan ini juga memberikan pelatihan praktis dalam meningkatkan kerjasama tim, etos kerja, serta manajemen operasional bisnis yang efektif.
Kegiatan ini dibiayai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), yang secara khusus dialokasikan untuk pengembangan SDM dan peningkatan kesejahteraan tenaga kerja di sektor industri tembakau.
“DBHCHT menjadi sumber pendanaan yang strategis untuk mendukung pelatihan semacam ini, yang dirancang untuk memberikan manfaat langsung bagi karyawan,” jelas Darmadi.
Tidak hanya di Wlingi, Disperindag Kabupaten Blitar juga telah menyelenggarakan kegiatan serupa pada 23 September 2024 di Rest Area Hand Asta Sih, dengan peserta dari karyawan pabrik rokok CV. Restu Yesmaju Ponggok dan PR. Alfi Putra Udanawu.
Melalui program-program pelatihan ini, Disperindag berharap dapat mendorong peningkatan kualitas kerja yang berkelanjutan di sektor industri rokok. Selain memberikan keterampilan teknis, pelatihan ini juga membangun etika kerja yang kuat dan sikap profesional dalam menjalankan operasional bisnis.
“Dengan tenaga kerja yang lebih terampil dan terorganisir, perusahaan rokok di Blitar akan lebih kompetitif dan mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan. Hal ini tidak hanya berdampak pada keberhasilan satu perusahaan, tetapi juga kontribusi jangka panjang terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat Blitar,” pungkas Darmadi.( arif/ DBHCHT)














