Kesehatan

Puskesmas Sukosari Bondowoso Buka Suara soal Postingan di Medsos Terkait Pelayanan UGD

11555
×

Puskesmas Sukosari Bondowoso Buka Suara soal Postingan di Medsos Terkait Pelayanan UGD

Sebarkan artikel ini
Puskesmas Sukosari
Proses Komunikasi dan klarifikasi dengan Keluarga Pasien. Minggu, 24 Mei 2026. (Foto: Dok. Puskesmas Sukosari)

Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID — Pihak Puskesmas Sukosari Kabupaten Bondowoso memberikan klarifikasi terkait unggahan di media sosial yang menyebut adanya dugaan keterlambatan penanganan pasien di Unit Gawat Darurat (UGD). Puskesmas menegaskan bahwa Nakes yang bertugas sudah sesuai dengan alur pelayanan kesehatan Puskesmas dan klasifikasi triase sebagaimana ketentuan pelayanan kesehatan.

Example 300x600

Kepala Puskesmas Sukosari, drg. Ika Ratnasari, menjelaskan bahwa pasien datang ke UGD pada Kamis, 21 Mei 2026 sekitar pukul 16.53 WIB dengan keluhan nyeri ulu hati.

“Setelah pasien datang, perawat langsung melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital seperti tekanan darah, pemeriksaan suhu, nadi dan pernafasan. Lalu melakukan pengkajian keluhan terhadap pasien sesuai klasifikasi triase. Tindakan medis selanjutnya dilakukan konsultasi kepada dokter penanggung jawab,” jelasnya kepada Lensa Nusantara. Selasa, 26/5/2026.

BACA JUGA :
Kades Karanganyar Digugat ke PN Bondowoso oleh LBH Abu Nawas, Ini Penyebabnya

Berdasarkan data medis yang tercatat di register UGD manual maupun Rekam Medis Elektronik (RME), pasien diketahui Inisial H 60 tahun, alamat Desa Pecalongan Kecamatan Sukosari, dengan kondisi umum baik dan kesadaran compos mentis.

Perawat yang bertugas segera malakukan pemeriksaan vital kemudian melakukan konsultasi kepada dokter jaga pada pukul 16.56 WIB dan mendapat respons pukul 17.05 WIB.

Menurut pihak puskesmas, sejak awal pasien telah mendapatkan penanganan berupa pemeriksaan awal dan observasi medis. Tenaga kesehatan juga memberikan penjelasan kepada keluarga bahwa kondisi pasien dengan keluhan nyeri ulu hati tersebut untuk tindakan lanjutan menunggu instruksi terapi dari dokter.

“Sambil menunggu jawaban dokter, petugas menanyakan riwayat obat yang diminum pasien di rumah untuk menghindari pemberian terapi yang sama atau tidak sesuai dengan penanganan dokter,” terang drg. Ika Ratnasari.

BACA JUGA :
Mobil Operasional SPPG Kembang Tabrak Pengendara Motor, Begini Tanggapan Ketua PDIP Bondowoso

Petugas bahkan meminta keluarga pasien untuk memperlihatkan atau memfoto obat yang sebelumnya dikonsumsi pasien sebagai bagian dari kehati-hatian pelayanan medis dan keselamatan pasien.

Namun, sebelum terapi lanjutan diberikan, salah satu anggota keluarga memutuskan membawa pasien ke rumah sakit lain dengan alasan ingin mendapat penanganan lebih lanjut. Pihak UGD, lanjutnya, sempat menjelaskan bahwa pasien telah ditangani sesuai prosedur dan meminta keluarga bersabar menunggu respons dokter.

“Perkiraan pasien berada di UGD sekitar 10 menit sejak datang, dilakukan pemeriksaan, hingga proses konsultasi dokter,” ujarnya.

Pihak Puskesmas Sukosari juga menyampaikan bahwa perwakilan puskesmas telah bersilaturahmi dan meminta klarifikasi kepada keluarga pasien terkait unggahan yang beredar di media sosial.

BACA JUGA :
Mengenal Batu Lawang di Bondowoso, Peninggalan Nenek Moyang untuk Memantau Musim Tanam

“Hasil komunikasi dengan keluarga pasien menyatakan tidak ada permasalahan. Bahkan keluarga mengaku tidak mengetahui adanya postingan tersebut. Informasi yang beredar diketahui diunggah oleh pihak lain yang saat kejadian berperan sebagai sopir,” tambahnya.

Akibat unggahan tersebut, pihak puskesmas menilai muncul dampak psikologis terhadap tenaga kesehatan yang selama ini bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai aturan dan standar pelayanan kesehatan yang berlaku.

Karena itu, pihak Puskesmas Sukosari meminta pihak yang mengunggah informasi tersebut untuk segera memberikan klarifikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Selain itu, Puskesmas Sukosari berkomitmen akan terus meningkatkan pelayanan kesehatan dan apabila ada pelayanan yang kurang memuaskan bisa melakukan pengaduan masyarakat ke kontak yang sudah tersedia atau langsung menghubungi kepala Puskesmas.