Daerah

Forum Masyarakat Pesisir Minta Proyek Senilai 80 Miliar di Citonjong Dikaji Ulang

50317
×

Forum Masyarakat Pesisir Minta Proyek Senilai 80 Miliar di Citonjong Dikaji Ulang

Sebarkan artikel ini
(Lokasi pembanguan BBWS di pesisir pantai cotonjong, ( Foto N. Nurhadi/Lensa Nusantara))

Pangandaran, LENSANUSANTARA.CO.ID – Forum Masyarakat Pesisir Pangandaran proyek senilai 80 Milyar minta dikaji ulang, karena ada beberapa dampak terhadap sekitar sungai citonjong terutama dampak terhadap jemabatan.

Jeje Wiradinata selaku dari Forum Masyarakat Pesisir, ketika diwawancara dilokasi pembangunan tersebut mengatakan kepada para awak media hari Jum’at 30 Mei 2025 “ pas beberapa hari yang lalu, ada orang pas ngasih gambar saya kaget..! “ Ucapnya.

Example 300x600

“ kaget digambar tersebut muara dipindah, dampaknya ada empat, fiantaranya dari sisi ekologi ini akan berubah, yang tadinya air payau akan menjadi air laut , itu akan menghilangkan daerah perairan semi tertutup di muara sungai yang bercampur dengan air laut ( estuari) “ ungkapnya.

BACA JUGA :
Gelar Rapat Paripurna Tidak Memenuhi Kuorum, Jalaludin Wakil Ketua II DPRD Pangandaran Memberikan Sikap

“Dampak yang kedua diantaranya adalah dari segi fisik, ini air dari arah laut akan menghantam jembatan, karena arahnya lurus langsung”. Ucapnya.

BACA JUGA :
Pemuda dan Pemudi DS Family di Desa Karangpawitan Pangandaran Mengadakan Acara Halal Bihalal Diisi Santunan Anak Yatim Piatu dan Kaum Dhuafa

Kabid PSDA Kabupaten Pangandaran Indra, ketika dikonfirmasi lewat telepon celuler / WhatsApp mengatakan “ yang dikhawatirkan itu adalah jembatan, karena terusan air atau muara laut citonjong cikembulan akan mengakibatkan gerusan terhadap jembatan. “ ucapnya “

BACA JUGA :
Pembangunan Jembatan Sodongkopo Pangandaran Mangkrak

“ intinya kami menunggu hasil kajian MC 0 dari BBWS, MC 0 adalah Mutual Check Awal. MC 0 bagian penting dalam proyek konstruksi, yang digunakan untuk mengukur dan memeriksa kondisi lapangan sebelum pekerjaan dimulai, serta untuk memastikan kesesuaian antara gambar rencana dengan kondisi lapangan, kajian dari BBWS yang sudah direncanakan “ pungkasnya. ( N. Nurhadi)