Daerah

Bupati Jember Tinjau Lokasi Lakukan Pengaspalan Perlintasan Rel Kereta Api Pecoro

1451
×

Bupati Jember Tinjau Lokasi Lakukan Pengaspalan Perlintasan Rel Kereta Api Pecoro

Sebarkan artikel ini

Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Jember merespons cepat laporan masyarakat yang disampaikan melalui kanal Wadul Gus’e terkait kemacetan parah dan potensi kecelakaan di perlintasan kereta api Pecoro, Kecamatan Rambipuji, pada Senin (7/7/2025).

Bupati Jember Muhammad Fawait langsung turun ke lapangan setelah menerima laporan dari masyarakat dan melakukan pengecekan kepada sejumlah OPD terkait.

Example 300x600

Diketahui, Pemkab Jember sebelumnya telah mengirimkan surat kepada pihak-pihak berwenang, yakni Balai Besar dan PT KAI, untuk menindaklanjuti kondisi perlintasan yang dinilai membahayakan pengguna jalan.

BACA JUGA :
Bupati Fawait: Bunga Desaku Bukan Sekadar Seremoni, Solusi Nyata Stabilkan Inflasi Jember

“Meskipun ini bukan kewenangan langsung dari pemerintah kabupaten, saya tegaskan bahwa hukum tertinggi adalah menyelamatkan nyawa warga Indonesia, termasuk warga Jember,”tegas Bupati Fawait.

Menurut bupati, kondisi perlintasan yang licin, terutama saat hujan atau gerimis, membuat kendaraan khususnya sepeda motor berpotensi tergelincir. Hal ini tidak hanya menyebabkan kemacetan, tetapi juga membahayakan keselamatan pengendara.

BACA JUGA :
Keponakan Presiden RI Sambut Baik Pemkab Jember Siapkan Program Mlijo Cinta

“Pemkab Jember telah melakukan koordinasi dengan pihak PT. KAI, agar segera dilakukan perbaikan. Bupati meminta agar dalam satu hingga dua hari ke depan, sudah ada langkah nyata di lapangan,”ujar Gus Fawait.

BACA JUGA :
Bakesbangpol Jember Sosialisasi Upaya Peningkatan dan Penguatan Peran FKUB Wujudkan Kondusifitas Pemilu 2024

Jika dalam dua hari belum ada tindakan, kami akan turun kembali dan melaporkan kondisi ini ke pemerintah pusat di Jakarta. Sebab, menyelamatkan nyawa jauh lebih penting daripada soal kewenangan birokrasi.

“Bupati Fawait juga mengajak masyarakat untuk terus menyampaikan keluhan terkait fasilitas umum melalui Wadul Gus’e, agar bisa segera ditindaklanjuti,”paparanya