Daerah

Progres Program Kerja KKN Reguler UNEJ 2026 di Desa Gadingsari, Digitalisasi Desa Melalui RAGA Gadingsari Capai 98% Penyelesaian

1993
×

Progres Program Kerja KKN Reguler UNEJ 2026 di Desa Gadingsari, Digitalisasi Desa Melalui RAGA Gadingsari Capai 98% Penyelesaian

Sebarkan artikel ini

Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata di Desa Gadingsari, Kecamatan Binakal, terus menunjukkan perkembangan signifikan dalam pelaksanaan program kerja yang telah dirancang. Berbagai program lintas bidang mulai dari digitalisasi desa, pendidikan, penyuluhan pertanian, hingga infrastruktur telah memasuki tahap implementasi dengan capaian progres yang beragam.

Pelaksanaan KKN di Desa Gadingsari saat ini telah memasuki fase implementasi program kerja yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Salah satu program unggulan yang menjadi prioritas utama adalah “RAGA Gadingsari” (Ruang Akses Gadingsari), yaitu pengembangan website profil desa yang hingga saat ini telah mencapai progres pengerjaan sebesar 98%. Website ini dirancang sebagai sarana digitalisasi layanan desa yang informatif, responsif, dan mudah diakses oleh masyarakat.

Example 300x600

Dalam pengembangannya, website desa ini dilengkapi dengan sejumlah fitur unggulan yang mendukung kebutuhan masyarakat. Fitur pengajuan surat memungkinkan warga untuk mengurus berbagai administrasi secara daring tanpa harus datang langsung ke kantor desa. Selain itu, tersedia pula fitur pengajuan aspirasi masyarakat yang memberikan ruang bagi warga untuk menyampaikan saran, masukan, maupun keluhan sebagai bahan evaluasi pemerintah desa. Adapun fitur pendukung lainnya meliputi berita desa yang memuat informasi terkini, agenda desa yang berisi jadwal kegiatan, serta etalase UMKM desa yang bertujuan untuk memperkenalkan dan mendorong pengembangan produk lokal.

BACA JUGA :
Tingkatkan Budaya Literasi, SMPN 1 Curahdami Bondowoso Terima Bantuan 447 Buku Perpustakaan

Pada bidang pendidikan, KKN mengimplementasikan program “Ceria Gadingsari” (Cerdas, Edukatif, Ramah, Inklusif, dan Aman) yang saat ini berada pada tahap pengenalan kepada siswa jenjang Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar. Tahap ini dilakukan sebagai langkah awal sebelum memasuki sesi penyampaian materi pembelajaran. Antusiasme peserta didik terlihat sangat tinggi, ditunjukkan melalui keterlibatan aktif mereka dalam kegiatan perkenalan, interaksi, serta aktivitas bermain dan belajar bersama mahasiswa.

BACA JUGA :
Dandim 0822 Bondowoso Berikan Tumpeng HUT TNI ke-75 Kepada Prajurit Termuda dan Berprestasi

Selanjutnya, pada bidang penyuluhan pertanian melalui program “Bio Tani Gading” (Biokonversi Organik untuk Ketahanan Pertanian Gadingsari), progres kegiatan telah mencapai sekitar 60%. Kegiatan yang telah dilaksanakan meliputi pembuatan pupuk organik berbasis bahan hewani dan nabati, di mana pupuk organik hewani memanfaatkan kotoran sapi sebagai bahan utama. Saat ini, pupuk tersebut masih berada dalam tahap fermentasi sebelum nantinya dapat diaplikasikan pada lahan pertanian masyarakat, baik di area persawahan maupun ladang.

Pada bidang infrastruktur, program “Sigap Gading” (Sistem Informasi dan Gerakan Akses Penanda Gadingsari) telah berhasil direalisasikan sepenuhnya. Program ini diwujudkan melalui pembuatan dan pemasangan plang penanda wilayah sebagai upaya meningkatkan akses informasi dan identifikasi wilayah desa. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN menjalin kerja sama dengan salah satu pengrajin kayu lokal, yaitu Pak Wiwin, serta melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat. Mahasiswa turut berperan aktif dalam seluruh proses, mulai dari tahap perancangan desain hingga pemasangan di lokasi.

BACA JUGA :
Heboh..!! Warga Curahdami Bondowoso Ditemukan Tewas Saat Nyetrum Ikan di Sungai

Dengan capaian progres yang terus meningkat, pelaksanaan program kerja KKN di Desa Gadingsari diharapkan mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. Keberhasilan program-program tersebut tidak hanya mencerminkan optimalisasi peran mahasiswa, tetapi juga menunjukkan pentingnya sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan desa berbasis potensi lokal.