Pemerintahan

Pemkab Jember Permudah Pencairan Insentif Guru Ngaji di Kalisat, Ucapan Terima Kasih Mengalir

1715
×

Pemkab Jember Permudah Pencairan Insentif Guru Ngaji di Kalisat, Ucapan Terima Kasih Mengalir

Sebarkan artikel ini
M. Tohir Menerima Insentif Guru Ngaji di Desa Patempuran, Senin (6/10/2025).(Foto: Badri/ Lensa Nusantara)

Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan para pengabdi keagamaan. Sebanyak 550 guru ngaji, baik muslim maupun nonmuslim, serta para modin di Kecamatan Kalisat menerima insentif senilai Rp 1.500.000 per orang pada Senin (6/10/2025).

Pencairan insentif ini berlangsung di masing-masing balai desa untuk mempermudah akses dan menghindari antrean panjang di bank, sebagaimana diarahkan oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait).

Example 300x600

Salah satu penerima insentif guru ngaji, M. Tohir (62) asal Desa Pertempuran, menyampaikan rasa syukurnya atas pencairan insentif yang dinilai lebih mudah dibanding tahun-tahun sebelumnya.

BACA JUGA :
Kemenkop Sebut Koperasi Merah Putih Desa Sidomulyo Jember Terpilih Jadi Contoh Nasional

“Kami sebagai guru ngaji banyak mengucapkan terima kasih kepada Bupati Jember Gus Fawait yang telah mempermudah pencairan honor. Saya sudah mengajar kurang lebih 7 tahun,” ungkap Tohir.

Holimi guru ngaji lainnya menilai, insentif ini merupakan bentuk penghargaan yang layak bagi para guru ngaji yang selama ini menjadi pilar moral masyarakat.

BACA JUGA :
Karnaval SCTV 2025 Hadirkan Domba Fashion Karnaval Jember Kian Kokoh Jadi Kota Karnaval

“Guru ngaji adalah pahlawan yang mengayomi masyarakat, mereka pantas mendapatkan insentif ini. Sekarang pencairannya tidak perlu antre lama seperti sebelumnya,” ujar Holimi.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Jember, Nurul Hafid Yasin, mengatakan bahwa pencairan hari ini dilakukan di dua kecamatan, yakni Kalisat dan Semboro.

“Hari ini kami jadwalkan pencairan untuk 11 desa di Kecamatan Kalisat, kecuali Desa Sumberjeruk karena asesmen pendamping belum selesai. Untuk Kecamatan Semboro ada 6 desa yang juga kami layani,” jelas Nurul.

BACA JUGA :
World Clean Up Day 2024 Digelar di Pantai Pancer Puger Jember

Ia juga menegaskan bahwa pencairan dilakukan secara langsung di balai desa masing-masing guna memberikan kemudahan bagi para guru ngaji.

Sementara Rosidi, guru ngaji dari Desa Gumuksari, turut menyampaikan apresiasinya terhadap perhatian pemerintah kabupaten Jember.

“Pencairan tahun ini lebih mudah tidak perlu antri. Saya sudah lama menerima honor ini, dan kami sangat berterima kasih kepada Bupati Jember atas perhatiannya,” tutupnya.