Pemerintahan

Antrean BBM di Jember Mengular, Gus Fawait Protes Pertamina Dipicu Gangguan Distribusi

1481
×

Antrean BBM di Jember Mengular, Gus Fawait Protes Pertamina Dipicu Gangguan Distribusi

Sebarkan artikel ini
Antrian BBM di SPBU Sabtuan Tegal Besar, Senin (7/9/2026).(Foto: Badri/ Lensa Nusantara)

Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Bupati Jember, Muhammad Fawait, memastikan antrean kendaraan di sejumlah Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kawasan Tapal Kuda, khususnya Kabupaten Jember, murni disebabkan oleh kendala distribusi.

Pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) secara nasional maupun di Kabupaten Jember dipastikan aman dan tidak terdampak isu politik global, Senin (7/9/2026).

Example 300x600

​Gus Fawait menjelaskan bahwa hambatan teknis pada rantai pendistribusian pasokan BBM dari depo Banyuwangi menuju Jember menjadi pemicu utama terjadinya antrean.

“Gangguan pada jalur distribusi ini tercatat telah terjadi sebanyak tiga kali dan berdampak pada beberapa daerah sekaligus,” ujarnya.

BACA JUGA :
Viral Video Oknum Camat Diduga Pungli, Thamrin Dipanggil Tim Siber Pungli

​Atas lambatnya penanganan serta mitigasi kendala pengiriman tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember telah menyampaikan protes resmi kepada Pertamina.

“Kendati demikian, Pemkab Jember memilih berfokus pada solusi bersama ketimbang saling menyalahkan,” ungkapnya.

​Sebagai langkah cepat, Pertamina mengintervensi situasi dengan menggelontorkan pasokan BBM di atas kuota harian normal. Penambahan pasokan ini diharapkan mampu mengurai antrean dan memulihkan distribusi BBM dalam beberapa hari ke depan.

​”Pemerintah Daerah bersama DPRD Kabupaten Jember mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying). Evaluasi berkala terus kami lakukan melalui rapat koordinasi untuk mengawal penanganan taktis di lapangan,” kata Gus Fawait.

BACA JUGA :
Pemilu 2024, KPU Jember Lantik 155 Anggota PPK Kecamatan

​Pemkab Jember juga telah menyiapkan skema antisipasi jika antrean terus memanjang dan mengganggu mobilitas harian warga. Kebijakan darurat, seperti imbauan kerja dari rumah (work from home/WFH) hingga pembelajaran secara daring, siap diterapkan jika situasi mendesak.

“​Dampak ekonomi dari peristiwa ini dinilai relatif kecil karena bersifat lokal di wilayah Tapal Kuda dan tidak dipicu oleh krisis energi internasional. Oleh karena itu, pemulihan kondisi diperkirakan berjalan lebih cepat,” menurutnya.

BACA JUGA :
Polres Jember Gelar Operasi Patuh Semeru 2025, Ini 8 Pelanggaran Sasaran Prioritas

​Sebagai solusi jangka panjang, Pemkab Jember memberikan masukan tertulis agar Pertamina tidak hanya bergantung pada Depo Banyuwangi.

“Pasokan BBM untuk wilayah Tapal Kuda disarankan dapat disuplai dari titik alternatif, seperti Surabaya atau Malang,” terangnya.

​Menurut Gus Fawait, diversifikasi jalur distribusi dinilai sangat penting untuk mengantisipasi potensi kemacetan lalu lintas yang sering terjadi di jalur utama Banyuwangi.

“Sehingga kelancaran pasokan BBM di masa mendatang, dapat terjamin tanpa gangguan berulang,” pungkasnya.