Pendidikan

SMP Al-Muhibbin Bondowoso Gelar Workshop Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning

2200
×

SMP Al-Muhibbin Bondowoso Gelar Workshop Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning

Sebarkan artikel ini
Workshop Implementasi Pembelajaran Mendalam di SMP Al-Muhibbin, Bondowoso.

Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID — Dalam rangka meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar, SMP Al-Muhibbin Jetis Curahdami Bondowoso menggelar Workshop Perencanaan dan Implementasi Pembelajaran Mendalam, Sabtu (11/10/2025).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB ini menghadirkan Mohammad Hairul, M.Pd., fasilitator Pembelajaran Mendalam, sebagai narasumber utama.

Example 300x600

Kepala SMP Al-Muhibbin, Rasidi, S.Pd.I, dalam sambutannya menegaskan pentingnya guru bersikap adaptif terhadap perkembangan kebijakan pendidikan yang sangat dinamis.

BACA JUGA :
PKB Bondowoso Mendaftarkan Bacaleg Sebanyak 45 Anggota, 30% Wanita

Perubahan kebijakan pendidikan terjadi begitu cepat. Guru tidak boleh hanya bertahan pada cara lama, tetapi harus mampu beradaptasi dan memperbarui pendekatannya agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman,” tegas Rasidi.

Dalam pemaparannya, Mohammad Hairul menjelaskan bahwa pembelajaran mendalam bukan sekadar mengganti metode mengajar, melainkan menumbuhkan kesadaran dan kebermaknaan dalam setiap pengalaman belajar.

“Prinsip pembelajaran mendalam berangkat dari pemahaman bahwa siswa harus terlibat secara sadar, berpikir kritis, dan mampu menghubungkan konsep keilmuan dengan kehidupan nyata,” ujar Hairul.

BACA JUGA :
PDAM Bondowoso Masuk 10 Besar Instansi Terbaik Kategori Media Digital Tingkat Nasional

Ia juga menambahkan bahwa pengalaman belajar yang bermakna tidak bisa dilepaskan dari keterlibatan emosional, sosial, dan kognitif siswa.

“Guru perlu merancang pengalaman belajar yang menantang sekaligus menyenangkan. Dalam pembelajaran mendalam, siswa bukan hanya tahu ‘apa’, tapi juga paham ‘mengapa’ dan ‘bagaimana’,” imbuhnya.

Sementara itu, pada aspek asesmen, Hairul menekankan perlunya instrumen penilaian yang selaras dengan karakter pembelajaran mendalam.

BACA JUGA :
BREAKING NEWS: Kecamatan Ijen Bondowoso Kembali Diterjang Banjir Bandang

“Asesmen tidak hanya menilai hasil akhir, tetapi juga proses berpikir, kolaborasi, dan refleksi siswa. Itulah yang membedakan pembelajaran mendalam dengan model pembelajaran konvensional,” jelasnya.

Workshop ini ditutup dengan sesi refleksi bersama, di mana para guru menyimpulkan bahwa pembelajaran mendalam menuntut kesadaran, kebermaknaan, dan kegembiraan dalam setiap proses belajar.