Nias Selatan, LENSANUSANTARA.CO.ID –
Baru-baru ini dihebohkan sejumlah siswa/i SMK Negeri 1 Teluk Dalam dikabarkan menerima makanan bergizi gratis (MBG) dalam kondisi tidak layak konsumsi beberapa hari yang lalu.
Temuan ini memicu reaksi keras dari kalangan aktivis pendidikan dan masyarakat yang mendesak pihak berwenang segera melakukan pemeriksaan terhadap dapur penyalur program tersebut.
Informasi yang beredar di Media Sosial (Medsos) beberapa hari lalu, menyebutkan bahwasanya beberapa paket makanan yang dibagikan kepada siswa/i tercium aroma tidak sedap dan menunjukkan tanda-tanda basi dan tidak layak untuk dikonsumsi. Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran akan kualitas pengawasan dalam distribusi program MBG yang seyogianya mendukung pemenuhan gizi peserta didik.
Informasi yang dihimpun bahwasanya dapur penyedia/penyalur MBG tesebut di SMKN 1 Teluk Dalam, yakni “Yayasan Generasi Sehat Patrindo Niha Raya Sejahtera” yang terletak di Jln Pendidikan Komplek SMA Negeri 1 Teluk Dalam Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara.
Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nias Selatan, Egidius Zamili.
“Benar (Yayasan Generasi Sehat Patrindo Niha Raya Sejahtera),” jawabnya melalui pesan WhatsApp, Senin (10/11/2025).
“Ada beberapa porsi yang basi, tapi tidak seluruhnya. Kami sudah turun langsung bersama pihak sekolah untuk klarifikasi dan mencari solusi yang terbaik supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak sedap didengar oleh pihak manapun.
Kadang ada temuan seperti rambut atau ulat di makanan, tapi biasanya hanya satu atau dua porsi. Kami selalu melakukan klarifikasi dan evaluasi terhadap SOP di dapur tersebut.”tambahnya.
Walupun demikian, Egidius mengakui belum mengetahui pasti jumlah makanan yang rusak. Ia memperkirakan ada sekitar 30 porsi yang terdampak, sementara salah satu guru di sekolah tersebut menyebutkan bahwa jumlahnya mencapai 63 porsi.
“Itu sekitar dua kelas, salah satunya di kelas 10-DPB-a,” kata guru yang enggan disebut namanya.
Dari pantauan, dapur penyedia MBG tersebut diduga masih belum layak pakai atau beroperasi karena pekerja/tukang bangunan masih melakukan kegiatan/aktivitas di sekitar bangunan tersebut, Kamis (30/10/2025).
“Kita melihat beberapa pekerja di bangunan tersebut sedang bekerja di lokasi ini, dan sebenarnya ini tidak layak beroperasi dan wajib dievaluasi kembali oleh pihak berwenang,” ujar salah satu tim.
Salah satu penduduk Kota Teluk Dalam Kabupaten Nias Selatan, Karyadin Gumano, menilai kejadian tersebut sebagai bentuk kelalaian yang tidak bisa dibiarkan.
“Gimana bisa beroperasi sementara masih tahap pengerjaan atau perbaikan? Itu tidak layak pakai dan itu sudah menyimpang dari juknis bangunan dapur Program Makan Bergizi Gratis yang mencakup persyaratan bangunan dan sanitasi dan serta operasional,” tegas Gumano.
Terkait Makan Bergizi Gratis (MBG) yang basi, Gumano mengatakan bahwasanya “Program MBG tujuannya mulia, tapi kalau sampai makanan yang dibagikan kepada siswa tersebut basi, itu artinya ada masalah serius di rantai penyaluran.
Pihak berwenang harus segera memeriksa dapur atau penyedia makanan tersebut,” jelasnya, Senin (10/11/2025).
Ia juga menekankan bahwa pentingnya transparansi dan keterbukaan dalam pelaksanaan program MBG, termasuk proses pengadaan bahan makanan dan mekanisme distribusi ke sekolah-sekolah.
Kasus ini menjadi sorotan karena program MBG merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas gizi siswa/i agar mendukung proses giatkan belajar mengaja. Publik berharap kejadian serupa tidak terulang lagi, dan pihak terkait memperketat pengawasan agar tujuan program benar-benar tercapai, sesuai harapan kita bersama tanpa ada efek samping jika MBG itu berkelanjutan., Tutupnya.
Pewarta: Balasius/Tohunafao














