Kesehatan

DBHCHT Jadi Penguat Pelayanan Medis dan Farmasi di RSUD Situbondo

1421
×

DBHCHT Jadi Penguat Pelayanan Medis dan Farmasi di RSUD Situbondo

Sebarkan artikel ini
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Abdoer Rahem Situbondo
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Abdoer Rahem Situbondo

Situbondo, LENSANUSANTARA.CO.ID – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Abdoer Rahem Situbondo terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi warga. Memasuki tahun 2025, rumah sakit milik Pemkab Situbondo ini memaksimalkan pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk memperkuat ketersediaan alat kesehatan dan layanan farmasi.

Direktur RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo, dr. Roekmy Prabarini Ario, M.Kes, menjelaskan bahwa alokasi DBHCHT tahun ini diarahkan secara khusus untuk pengadaan berbagai alat medis yang menjadi kebutuhan utama.

Example 300x600

“Anggaran DBHCHT 2025 kami arahkan untuk pengadaan alat kesehatan, bahan habis pakai, serta pengadaan obat-obatan atau farmasi,” ujar dr Roekmy,

Ia menegaskan bahwa kelengkapan fasilitas adalah pondasi penting dalam menyediakan layanan kesehatan yang cepat, tepat, dan berkualitas. Untuk itu, pihak rumah sakit menetapkan beberapa prioritas, mulai dari alat kesehatan untuk jantung, alat scan, hingga perlengkapan urologi dan ortopedi.

BACA JUGA :
Bangkitkan Sektor Pertanian, DKPP Kabupaten Blitar Bangun Infrastruktur Jalan dari Anggaran DBHCHT

“Tahun ini kami menambah alat untuk jantung, alat scan, alat urologi, serta alat untuk ortopedi. Semua diarahkan untuk menunjang pelayanan medis spesialistik,” bebernya.

Menurut dr Roekmy, kebutuhan akan peralatan tersebut semakin mendesak mengingat tingginya kasus penyakit degeneratif seperti gangguan jantung dan tulang di Situbondo. Dengan adanya alat yang lebih lengkap, rumah sakit berharap dapat meminimalkan rujukan pasien ke wilayah lain.

“Dengan peralatan baru, kami berharap masyarakat Situbondo tidak perlu lagi jauh-jauh ke Surabaya atau Jember untuk pemeriksaan lanjutan,” katanya.

Selain penguatan alat kesehatan, peningkatan kompetensi tenaga medis juga menjadi perhatian serius. RSUD dr Abdoer Rahem menyiapkan sejumlah pelatihan agar dokter dan perawat memahami cara penggunaan alat-alat baru tersebut.

“Alat canggih tentu perlu SDM yang kompeten. Karena itu, kami juga menyiapkan pelatihan dan bimbingan teknis bagi dokter dan perawat agar bisa mengoperasikan alat dengan optimal,” katanya.

BACA JUGA :
Polisi Tangkap Pelaku Curas di Situbondo, Korban Nenek 71 Tahun

Lebih lanjut, dr Roekmy menegaskan bahwa DBHCHT memainkan peran penting sebagai salah satu sumber pendanaan yang mendukung peningkatan pelayanan publik, terutama sektor kesehatan. Pihaknya memastikan bahwa dana tersebut digunakan sejalan dengan prinsip transparansi dan aturan yang berlaku.

“Kami pastikan seluruh penggunaan DBHCHT dilakukan dengan prinsip akuntabilitas dan berdampak langsung pada masyarakat,” tegasnya.

Tidak hanya fokus pada alat kesehatan, sebagian DBHCHT juga digunakan untuk memperkuat layanan farmasi serta memastikan ketersediaan bahan habis pakai di berbagai ruang pelayanan.

“Kami ingin memastikan tidak ada pasien yang tertunda penanganannya karena kekurangan obat atau alat medis,” tutur dr. Roekmy.

Dengan serangkaian peningkatan ini, RSUD dr Abdoer Rahem menargetkan layanan yang semakin efektif, ramah, dan mampu meningkatkan kepuasan pasien.

“Kami ingin rumah sakit ini menjadi rujukan regional dengan pelayanan cepat, ramah, dan modern,” pungkasnya.

Peningkatan layanan RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak warga merasa langkah ini sangat diperlukan, mengingat tingginya kebutuhan pemeriksaan penyakit degeneratif di wilayah tersebut.

BACA JUGA :
Polres Situbondo Musnahkan Ribuan Miras dan Knalpot Brong

Salah satu warga Kelurahan Mimbaan, Rika Andayani, menyebut bahwa hadirnya alat kesehatan baru akan sangat membantu keluarga pasien yang selama ini harus bepergian jauh.


“Kalau pemeriksaan jantung bisa dilakukan di Situbondo saja, tentu lebih meringankan. Selama ini kami harus ke Surabaya, biayanya besar sekali,” ujarnya Supriadi saat berobat di RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo . Jumat, 12/12/2025

Senada dengan itu, Ahmad Sairi, warga Kecamatan Panarukan, juga mengapresiasi penggunaan DBHCHT yang dinilai tepat sasaran.


“Dana cukai memang seharusnya dipakai untuk kebutuhan masyarakat. Kalau rumah sakit makin lengkap, semua orang bisa merasakan manfaatnya,” Tambahnya.

Warga lainnya berharap peningkatan layanan juga diiringi dengan pelayanan yang semakin cepat dan ramah, sehingga RSUD benar-benar menjadi pilihan utama bagi masyarakat Situbondo dan sekitarnya.