Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID – Kegiatan Sosialisasi GELIDA (Gerakan Literasi Daerah) Kabupaten Bondowoso Tahun 2025 sukses diselenggarakan di Kecamatan Prajekan. Acara ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan budaya literasi masyarakat, khususnya di tingkat kecamatan, melalui pelibatan guru, tokoh masyarakat, pegiat literasi, dan perwakilan lembaga pendidikan.
Acara berlangsung pada Selasa kemarin (9/12/2025) dibuka oleh jajaran pejabat kecamatan, perwakilan Dinas Perpustakaan, serta tokoh penting yang terlibat dalam pengembangan literasi daerah. Di meja panel tampak hadir unsur CAMAT, BULIKA, BULIDA, DPR, dan KADIS PERPUS yang berperan memberikan dukungan kebijakan serta penguatan kolaborasi antar-sektor.
Sesi inti kegiatan diisi oleh narasumber utama, Ludfi Dian Wahyuni G., M.Pd, seorang pendidik dan pegiat literasi yang dikenal luas melalui kiprahnya sebagai pendongeng, pencipta lagu anak, penulis cerita anak, serta kepala sekolah berprestasi.
Dalam paparannya, Ludfi Dian menjelaskan bahwa pendongeng bukan hanya profesi khusus, tetapi aktivitas yang dapat dilakukan siapa pun saat membacakan atau menceritakan dongeng kepada orang lain. Kegiatan mendongeng, menurutnya, merupakan media efektif untuk menumbuhkan imajinasi, memperkaya kosa kata, serta mendekatkan anak pada dunia literasi sejak dini.
Dengan pembawaan komunikatif dan penuh energi, narasumber memberikan contoh langsung bagaimana sebuah cerita dapat hidup melalui ekspresi, intonasi, dan gerak tubuh. “Teknik mendongeng itu sederhana. Gunakan suara yang bervariasi, buat jeda untuk membangun suasana, dan libatkan anak dengan pertanyaan-pertanyaan kecil. Yang terpenting, pendongeng harus menikmati ceritanya. Jika pendongengnya senang, anak-anak pasti ikut senang,” tuturnya sambil mempraktikkan beberapa gaya penyampaian yang membuat peserta tampak antusias.
Kak Dian menegaskan bahwa orang tua memegang peran sentral dalam menumbuhkan minat baca anak. “Mendongeng bukan hanya aktivitas hiburan, tetapi proses membangun kedekatan emosional antara orang tua dan anak. Ketika orang tua mau meluangkan waktu untuk bercerita, anak akan merasa dihargai, diperhatikan, dan secara alami tumbuh kecintaannya pada cerita dan buku,” ujarnya.
Selain menjabat sebagai Kepala TK Kartika IX-48, Kak Dian juga dosen PAUD UNIPAR. Aktif sebagai guru sanggar vokal dan pegiat literasi serta pendongeng. Prestasinya antara lain Juara 1 Lomba Cipta Lagu Anak Nasional (2018), Kepala Sekolah Berprestasi Bondowoso (2020), Juara 1 Best Practice Kepala Sekolah (2023), Juara 1 Best Inovator Nasional Kemendikbudristek (2023), serta berbagai penghargaan tingkat provinsi dan nasional bidang menyanyi, inovasi pendidikan, dan penciptaan lagu anak hingga tahun 2025.
Kak Dian menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan Gerakan Literasi Daerah (GELIDA). “Sejak GELIDA mulai digelorakan pada 2022, kita sudah melihat banyak perubahan positif—mulai dari tumbuhnya komunitas literasi baru, meningkatnya keterlibatan sekolah, hingga makin seringnya kegiatan berbasis literasi di masyarakat. GELIDA bukan hanya program, tetapi gerakan bersama yang harus terus kita jaga semangatnya,” ungkapnya. Ia berharap kecamatan-kecamatan lain terus memperkuat kolaborasi agar literasi di Bondowoso semakin maju dan merata.














