Banjarnegara, LENSANUSANTARA.CO.ID – Jembatan utama di Desa Petir, Kecamatan Purwanegara, Banjarnegara yang roboh pada Minggu, (11/1/2026) sore lalu, dengan mengakibatkan sebuah truk ikut terjun bebas ke sungai, saat ini sudah mulai di kerjakan dengan membuat akses darurat yang rencananya akan menggunakan pohon kelapa (glugu) oleh Dinas PUPR yang bekerjasama dengan Pemerintah Desa dan warga.
Robohnya jembatan penghubung Petir menuju Pucung Bedug, selain sudah tuanya jembatan, juga di sinyalir tidak kuat menahan beban berat dari ratusan truk pengangkut pasir dari hasil tambang yang berlalu lalang setiap hari yang bermuatan melebihi tonase.
Akibatnya putusnya jembatan sekitar 15 meteran tersebut, masyarakat yang ingin menuju ke Pucung Bedug maupun ke perkotaan, harus memutar mencari jalan alternatif yang lebih jauh jaraknya.
Dalam pantauan lensanusantara.co.id ke lokasi, terlihat dari Dinas terkait mulai membersihkan puing-puing matrial jembatan dengan menggunakan alat berat berukuran kecil, terutama besi penyangga yang terlihat masih berada di sungai.
”Ini lagi menunggu kayu glugu baru ditebangi untuk segera di buat jembatan darurat, agar bisa dilewati masyarakat, memang jembatan sudah tua, dan masih di lewati truk yang bermuatan pasir yang overload,” ujar Catur dari UPTD Pemeliharaan Jalan dan Irigasi Wilayah II Mandiraja, saat ditemui di lokasi,” Selasa, (13/1/2026).
Masih kata Catur,” Kalau masalah kapan selesainya pembangunan jembatan, kita tidak bisa memprediksinya, karena juga kendala cuaca yang kadang tidak mendukung, aliran air sungai sini kan sering besar jadi tidak bisa menargetkan kapan selesainya,” tambahnya.
Menurut salah satu warga bernama Fajri, dirinya mengaku sangat menyayangkan dengan putusnya jembatan Petir, menurutnya selama ini akses tersebut satu-satunya jalur utama yang digunakan masyarakat dan menganggap tidak hanya sudah berumur tua yang menjadi faktor utama robohnya jembatan itu, akan tetapi truk-truk pengangkut pasir dari hasil tambang juga dianggap menjadi salah satu penyebab yang paling krusial.
”Kalau seperti ini siapa yang dirugikan, tetap masyarakat sini, sudah tahu jembatan kayak gitu, tapi masih saja di lewati sama truk pengangkut pasir, padahal sajak dulu sudah itu sudah dikasih tahu, tapi seolah menggampangkan, dan dulu juga pernah dipasang tulisan dari Dinas agar kendaraan muatan lebih jangan melintas, kasihan warga kalau sudah seperti ini, terutama daerah Petir atas, mau kemana-mana susah harus nyari jalan lain jaraknya jauh,” kesal salah satu warga berinisial Fajri.
Meskipun sudah di tinjau langsung oleh Bupati Banjarnegara Amalia Desiana, bersama PJ Sekda Tursiman dan Kepala DPUPR Yusuf Winarsono pada Senin kemarin, dan secepatnya akan dibangun, namun warga berharap agar bisa secepatnya di laksanakan, sehingga aktivitas masyarakat bisa berjalan kembali.
”Saya ingin jembatan bisa secepatnya dibangun secara permanen, karena kasihan masyarakat harus muter jauh mencari jalan lain, mau lewat jalan utama yang biasanya dibuat jalur tambang, selain jauh jalannya rusak parah, harapan saya setelah dibangun kembali jembatannya, truk pengangkut pasir dari tambang harus di awasi dengan ketat, karena setiap hari puluhan truk muatan pasir berton-ton beratnya lewatnya sini, kalau perlu pemilik tambang bisa suruh ikut tanggung jawab, karena dampaknya besar, kalau dibiarkan terus menerus,” tambah Fajri.
Dengan adanya kejadian tersebut, berharap Dinas terkait bisa memperketat pengawasan, terutama bagi truk pengangkut pasir dari tambang yang selama ini masih banyak di jumpai membawa muatan melebihi kapasitas, sehingga kejadian putusnya jembatan di Petir tidak terulang kembali. (Gunawan).
Beranda
Berita
Beban Truk Muatan Pasir dari Tambang, Diduga Sebagai Faktor Utama Putusnya Jembatan di Desa Petir Banjarnegara
Beban Truk Muatan Pasir dari Tambang, Diduga Sebagai Faktor Utama Putusnya Jembatan di Desa Petir Banjarnegara
Redaktur3 min baca

Sebuah alat berat, sedang membersihkan sisa matrial putusnya jembatan di Desa Petir, Selasa, 13/1/2026, Foto : (Gunawan/Lensa Nusantara).












