Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID — Fenomena panic buying bahan bakar minyak (BBM) memicu antrean panjang di sejumlah SPBU di Kabupaten Bondowoso. Warga yang khawatir akan kelangkaan BBM berbondong-bondong membeli bahan bakar, sementara di sisi lain harga bensin eceran di tingkat tengkulak melonjak tajam.
Antrean kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat mengular sejak pagi hingga malam hari di beberapa SPBU. Warga menilai kondisi tersebut juga dipicu oleh pembelian BBM dalam jumlah besar oleh pihak yang diduga sebagai tengkulak dengan motor tangki besar.
Sejumlah warga meminta pengelola SPBU lebih tegas dengan tidak melayani pembelian oleh tengkulak agar distribusi BBM lebih merata bagi masyarakat.
“Kalau tengkulak terus dilayani, masyarakat biasa yang hanya beli untuk kebutuhan harian bisa tidak kebagian. Harusnya ada pembatasan,” ujar salah seorang warga yang ikut antre BBM, Sabtu (7/3).
Di tengah kondisi tersebut, warga mengungkapkan bahwa harga bensin eceran di sejumlah titik penjualan di Bondowoso mengalami lonjakan signifikan. Satu botol air mineral berisi sekitar 1,5 liter bensin pertalite dijual hingga Rp25 ribu.
“Kalau beli di eceran mahal sekali. Satu botol air mineral sekitar 1,5 liter bisa sampai Rp25 ribu. Terpaksa beli kalau sudah tidak dapat di SPBU,” kata Dita warga Kademangan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama pihak SPBU segera mengambil langkah untuk menertibkan praktik pembelian BBM dalam jumlah besar oleh tengkulak. Selain itu, pengawasan distribusi BBM juga dinilai perlu diperketat agar tidak merugikan masyarakat luas.














