Berita

Bupati Bondowoso Dorong Integrasi Pendidikan, Guru Madrasah Diminta Tak Tertinggal di Era Digital

1682
×

Bupati Bondowoso Dorong Integrasi Pendidikan, Guru Madrasah Diminta Tak Tertinggal di Era Digital

Sebarkan artikel ini
Bupati Abd. Hamid Wahid saat menerima audiensi Persatuan Guru Madrasah (PGM) Kabupaten Bondowoso, Selasa (15/4/2026)

Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID – Upaya menyatukan arah kebijakan pendidikan di Bondowoso kembali ditegaskan Bupati Abd. Hamid Wahid saat menerima audiensi Persatuan Guru Madrasah (PGM) Kabupaten Bondowoso, Selasa (15/4/2026), di Peringgitan Pendopo Raden Bagus Asra.


Dalam pertemuan tersebut, isu ketimpangan perhatian terhadap guru madrasah hingga kebutuhan peningkatan kompetensi menjadi sorotan utama. Pemerintah daerah dinilai perlu mengambil peran lebih aktif agar tidak terjadi jurang pemisah antara pendidikan umum dan pendidikan berbasis keagamaan.

Example 300x600


Didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Bupati Hamid menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia, khususnya di lingkungan madrasah.

BACA JUGA :
Polres Bondowoso Ikuti Pelatihan Peningkatan Kemampuan Pengendalian Massa


“Tidak boleh ada dikotomi antara sekolah umum dan madrasah. Semua adalah bagian dari sistem pendidikan kita. Guru madrasah juga berhak mendapatkan perhatian, peningkatan kapasitas, serta akses yang setara dalam pengembangan profesi,” tegasnya.

BACA JUGA :
Ribuan Warga Bondowoso Tak Nyoblos di Pilkada 2024, Presidium KAHMI Sebut Dukungan ke Kandidat Belum Totalitas


Ia menambahkan, kehadiran Dinas Pendidikan dalam audiensi tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan langkah konkret membangun ekosistem pendidikan yang lebih inklusif dan berkeadilan.


Selain persoalan kesejahteraan, Bupati juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi guru madrasah di era digital. Menurutnya, kemampuan beradaptasi dengan teknologi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak.

BACA JUGA :
Imbauan Bupati Salwa saat Kurban 8 Sapi: Jangan Gunakan Bungkus Plastik


“Guru madrasah harus mampu bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Melek teknologi itu wajib, tetapi tetap harus berpijak pada nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal yang menjadi identitas Bondowoso,” ujarnya.


Audiensi ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya kebijakan yang lebih berpihak pada guru madrasah, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan keagamaan dalam mencetak generasi unggul dan berkarakter. (Arik)