Berita

Bupati Jember: Sekolah Berdaya Jadi Kunci Cegah Pernikahan Dini

1762
×

Bupati Jember: Sekolah Berdaya Jadi Kunci Cegah Pernikahan Dini

Sebarkan artikel ini

Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Bupati Jember, Muhammad Fawait, menggelar talkshow bertema “Sekolah Berdaya Mencegah Pernikahan Dini” Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Kartini bertempat di Pendopo Wahyawibawagraha, Rabu (15/4/2026).

Gus Fawait menegaskan bahwa persoalan pendidikan di Kabupaten Jember tidak bisa dipisahkan dari berbagai isu sosial, seperti stunting, angka kematian ibu (AKI), dan angka kematian bayi (AKB). Menurut dia, salah satu faktor penyebabnya adalah pernikahan dini.

Example 300x600

“Masalah pernikahan dini dan persoalan pendidikan lainnya tidak bisa diselesaikan oleh bupati atau kepala dinas saja. Perlu kerja sama semua pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, guru, hingga keluarga,” ujarnya.

BACA JUGA :
Program “Bunga Desaku” Hadir di Mumbulsari, Gus Fawait Berbagi Cinta Bersama Yatim Piatu

Gus Fawait juga menekankan bahwa batas usia pernikahan telah diatur dalam undang-undang pemerintahan, terutama dalam menghadapi kehamilan dan persalinan.

“Banyak stunting terjadi karena mereka hamil dan melahirkan di usia sangat belia, tidak sesuai dengan yang telah dicanangkan pemerintah,” katanya.

Sementara itu, akademisi Najelaa Shihab mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Jember yang dinilai mampu membangun kolaborasi lintas sektor dalam menangani isu pendidikan.

BACA JUGA :
Peringatan Nuzulul Qur’an, Bupati Jember Beri BPJS untuk Ojol dan Insentif Guru Ngaji

Menurut Najelaa, komitmen Bupati Jember dalam memajukan pendidikan terlihat dari keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, tidak hanya terbatas pada sektor sekolah.

“Pendidikan tidak hanya soal sekolah, tetapi juga mencakup keluarga dan isu sosial kemasyarakatan, termasuk pernikahan anak. Ini pendekatan yang masih jarang dilakukan pemerintah daerah,” ujarnya.

Ia juga menyebut berbagai langkah yang telah dilakukan, seperti penguatan peran Tim PKK sebagai Bunda PAUD, pengumpulan relawan, serta pendataan keluarga sebagai upaya awal pencegahan pernikahan dini.

BACA JUGA :
Imbas PMK 81, DPMD Ungkap Penyebab 48 Desa di Jember Tertahan Anggaran DD Tahap II

“Selain itu, program sekolah berdaya yang tengah dirintis di Jember diharapkan tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga mampu menghadirkan pembelajaran kontekstual yang menjawab persoalan di masyarakat,” menurutnya.

Najelaa berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun pendidikan yang berdampak luas.

“Ini bukan hanya soal program, tapi perubahan paradigma. Bagaimana semua pihak bisa bekerja sama dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tuturnya.