Makassar, LENSANUSANTARA.CO.ID – Rapat paripurna DPRD Provinsi Sulsel Selasa (21/4/2026)agak berbeda, pasalnya bertepatan dengan peringatan hari Kartini, Para anggota dewan perempuan dengan tampilan kebaya merupakan bentuk penghormatan terhadap suatu perjuangan emansipasi perempuan,Nuansa kebaya yang mendominasi ruang rapat menumbuhkan semangat Kartini dalam agenda resmi parlemen saat rapat PAW masa Bhakti 2024-2029, Momen ini menjadi simbol komitmen perempuan dalam peran pembangunan daerah.
Ketua DPRD Provinsi Sulsel drg Rahcmatika Dewi mengatakan bahwa menggunakan kebaya bukan sekedar busana seremonial, tetapi suatu wujud dari penghargaan atas perjuangan kaum perempuan Indonesia”Bukan hanya sekedar pakaian tapi juga semangat Kartini yang kita akan kawal terus”ujarnya pada sambutannya dalam rapat paripurna.
Diapun mengajak seluruh anggota dewan untuk merenungkan kembali arti dari pentingnya kesetaraan gender serta peran perempuan dalam pembangunan,Karena kebijakan-kebijakan yang lahir dari DPRD harus responsif terhadap kepentingan perempuan dan anak.
“Bagaimana kebijakan-kebijakan yang lahir bisa berpihak kepada perempuan dan anak,” tegasnya.
Rachmatika juga berharap kuota 30 persen keterwakilan perempuan di parlemen dapat terpenuhi secara optimal pada periode mendatang.
“Selamat untuk para Kartini masa kini yang terus menghadapi tantangan global dengan semangat dan dedikasi,” tambahnya.
Iapun menekankan pentingnya kebersamaan seluruh anggota DPRD dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran demi kepentingan masyarakat Sulawesi Selatan.
Rapat paripurna PAW tersebut pun berlangsung khidmat dengan balutan semangat emansipasi, menegaskan komitmen DPRD Sulsel dalam mendorong peran strategis perempuan di ruang publik dan pemerintahan. (muchtar m leoq)














