Pemerintahan

Festival Egrang di Pasar Lumpur Jember, Wamen Komdigi Pelestarian Budaya Dinilai Penting Karakter Anak

1003
×

Festival Egrang di Pasar Lumpur Jember, Wamen Komdigi Pelestarian Budaya Dinilai Penting Karakter Anak

Sebarkan artikel ini
Wamenkomdigi Bermain Egrang, Sabtu (9/5/2026).(Foto: Badri/ Lensa Nusantara)

Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Nezar Patria bersama istri menghadiri launching Festival Egrang Tanoker ke-14 yang digelar di Pasar Lumpur, Desa Sumber Lesung, Kecamatan Ledokombo.

Kehadiran Wamen Komdigi beserta rombongan disambut hangat dengan penyematan janur kuning oleh ketua panitia penyelenggara festival. Suasana semakin meriah saat rombongan disuguhi tarian egrang yang dimainkan para pemuda dan pemudi Ledokombo.

Example 300x600

Tak hanya itu, siswa-siswi SDN Lembengan 03 juga turut menunjukkan kemahiran bermain egrang di hadapan rombongan Wamen Komdigi. Penampilan anak-anak tersebut mendapat apresiasi dari para tamu yang hadir.

BACA JUGA :
Meski Paslon Tidak Hadir, Ketua KPU Tetapkan Paslon Fawait-Djoko Terpilih Jadi Bupati dan Wakil Bupati Jember

Momentum launching ditandai dengan pelepasan balon oleh Nezar Patria sebagai simbol dimulainya Festival Egrang Tanoker ke-14.

Nezar Patria menyampaikan apresiasi tinggi kepada Tanoker Ledokombo yang secara konsisten menggelar Festival Egrang setiap tahun hingga kini memasuki tahun ke-14.

“Ini kegiatan yang bagus sekali dan kami memberikan apresiasi yang tinggi untuk Tanoker Ledokombo atas kegiatan Festival Egrang yang sekarang sudah memasuki tahun ke-14,” ujarnya Sabtu (9/5/2026).

Menurut Nezar, festival tersebut tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekosistem sosial dan ekonomi masyarakat Ledokombo dan Kabupaten Jember.

BACA JUGA :
Diskopum Jember Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengurus KDKMP

Ia menilai permainan tradisional egrang sangat relevan bagi anak-anak di tengah derasnya arus digitalisasi saat ini. Anak-anak dinilai membutuhkan ruang bermain yang mampu mempertajam kecerdasan emosional mereka.

“Mereka sudah terbiasa bermain game di dunia digital, dan permainan egrang ini menjadi penyeimbang yang baik. Anak-anak belajar menjaga keseimbangan, berkolaborasi, dan memiliki semangat untuk bangkit ketika jatuh,” katanya.

Nezar juga menegaskan bahwa permainan tradisional warisan leluhur memiliki nilai pendidikan karakter yang sangat penting bagi generasi muda.

“Jangan takut jatuh, jangan takut gagal. Kita bisa bangun lagi dan mendapatkan keseimbangan yang baik. Ini akan membangun sikap mental yang bagus untuk generasi muda ke depan,” imbuhnya.

BACA JUGA :
Pasien UHC Membeludak, RSD dr. Soebandi Jember Butuh Dukungan Percepatan Pembangunan Gedung Baru

Ia menilai permainan tradisional dan permainan digital tidak harus dipertentangkan karena keduanya dapat berjalan berdampingan selama anak-anak tetap memiliki ruang interaksi sosial secara langsung.

“Permainan egrang juga mengajarkan sikap saling mendukung dan tidak mudah menyerah. Ketika seorang teman jatuh saat naik egrang, yang lain tidak membully tetapi memberikan semangat untuk bisa bangkit lagi. Jatuh lalu bangun lagi itu pelajaran penting dalam membentuk karakter dan kepribadian anak,” paparanya.