Daerah

Wamen Komdigi: Egrang Tanoker Jember Permainan Tradisional Jadi Penyeimbang Era Digital

900
×

Wamen Komdigi: Egrang Tanoker Jember Permainan Tradisional Jadi Penyeimbang Era Digital

Sebarkan artikel ini
Wamen Kondiki Menghadiri Festival Egrang Tanoker Jember, Sabtu (9/5/2026).(Foto: Badri/ Lensa Nusantara)

Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Festival Egrang Tanoker ke-14 resmi diluncurkan di Pasar Lumpur Ledokombo, Kabupaten Jember, Sabtu (9/5/2026). Mengusung tema “Membangun Harmoni Komunitas Permainan Tradisi”, festival ini menjadi ruang pelestarian budaya sekaligus penguatan karakter generasi muda di tengah derasnya arus digitalisasi.

Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Jember Akhmad Helmi Luqman mengatakan, kehadiran Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Nezar Patria, menjadi dorongan kuat bagi sinergi antara teknologi digital dan pelestarian budaya bangsa.

Example 300x600

“Festival egrang adalah bukti bahwa tradisi tidak pernah kehilangan relevansinya. Permainan dan tarian egrang bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga sarana pendidikan karakter yang kaya makna,” ujar Helmi dalam sambutannya.

BACA JUGA :
Nahas..!! Berniat Bersihkan Pohon Warga Jember Tersengat Listrik

Menurut dia, permainan egrang mengajarkan keseimbangan, keberanian, ketekunan, fokus, sportivitas, hingga kerja sama. Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk membangun generasi muda Indonesia yang unggul.

Helmi menegaskan, tema permainan tradisional di era digital menjadi pesan bahwa budaya dan teknologi tidak perlu dipertentangkan, melainkan dapat berjalan berdampingan.

Ia berharap generasi muda di Jember mampu menjadi pribadi yang modern, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan akar budaya bangsa.

“Festival ini juga memiliki nilai pendidikan luar biasa. Anak-anak belajar disiplin, solidaritas, kreativitas, hingga cinta budaya lokal,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Jember, lanjut Helmi, akan terus mendukung ruang-ruang kreatif dan kebudayaan seperti Festival Egrang Tanoker karena kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga kekuatan karakter masyarakatnya.

BACA JUGA :
Bupati Jember dan Pertamina Kompak Pantau 40 SPBU Pastikan Distribusi BBM Berjalan Lancar

Sementara itu, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Nezar Patria mengatakan, perkembangan digital membawa dampak besar terhadap kehidupan anak-anak Indonesia.

Ia menyebut penetrasi internet di Indonesia kini telah mencapai 80,26 persen dari total populasi atau sekitar 230 juta pengguna.

“Anak-anak sekarang hidup di tengah dunia digital yang sangat cepat. Ada sisi positif dan negatif dari penggunaan gadget yang begitu aktif,” ujarnya.

Karena itu, pemerintah menghadirkan kebijakan PT Tunas atau “Tunggu Anak Siap” untuk menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi anak-anak.

Menurut Nezar, permainan tradisional seperti egrang dapat menjadi “tombol jeda” dari tingginya intensitas aktivitas digital anak-anak.

BACA JUGA :
Komisi A DPRD Jember Panggil Kepala BKPSDM Pertanyaan Carut Marut Honorer Non Database BKN

“Permainan fisik seperti egrang mengajarkan keseimbangan, gotong royong, semangat kerja sama, dan interaksi nyata antarmanusia. Nilai-nilai itu sangat penting dalam pembentukan karakter,” katanya.

Ia menilai permainan tradisional dan permainan digital tidak harus dipertentangkan karena keduanya dapat berjalan berdampingan selama anak-anak tetap memiliki ruang interaksi sosial secara langsung.

Nezar menambahkan, permainan egrang juga mengajarkan sikap saling mendukung dan tidak mudah menyerah.

“Ketika seorang teman jatuh saat naik egrang, yang lain tidak membully tetapi memberikan semangat untuk bisa bangkit lagi. Jatuh lalu bangun lagi itu pelajaran penting dalam membentuk karakter dan kepribadian anak,” tandasnya.