Pemerintahan

Pemkab Jember dan Kemensos Perkuat Kolaborasi Pengentasan Kemiskinan

1088
×

Pemkab Jember dan Kemensos Perkuat Kolaborasi Pengentasan Kemiskinan

Sebarkan artikel ini

Jakarta, LENSANUSANTARA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Jember memperkuat komitmennya dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem melalui sinergi langsung dengan pemerintah pusat. Bupati Jember, Gus Fawait melakukan audiensi khusus dengan Wakil Menteri Sosial (Wamensos) RI, Agus Jabo Priyono, di Kantor Kemensos, Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, Gus Fawait menegaskan bahwa Pemkab Jember tengah melakukan langkah masif untuk memastikan bantuan sosial (bansos) 100 persen tepat sasaran.

Example 300x600

“Strategi utama yang diusung Jember adalah sistem jemput bola. Pemkab Jember melakukan groundcheck atau verifikasi langsung di lapangan dengan menyisir rumah ke rumah,” ungkapnya.

BACA JUGA :
Rapat Paripurna DPRD Jember: Fraksi Kompak Beri Catatan Strategis untuk R-APBD 2026

Pihaknya tidak tanggung-tanggung, sekitar 21 ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) dikerahkan untuk melakukan Verifikasi dan Validasi (Verval) data warga kategori miskin ekstrem.

“Langkah ini kami lakukan agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang paling membutuhkan. Ini adalah bagian dari percepatan pengentasan kemiskinan di Jember,” ujar Gus Fawait.

BACA JUGA :
HUT SKB, RSD Balung Jember Partisipasi Kegiatan Santunan Anak Yatim di Bulan Muharram

Gus Fawait menekankan bahwa visi Jember bukan sekadar membagikan bantuan, melainkan memutus rantai kemiskinan dari hulu ke hilir. Pemkab mendorong program graduasi, yakni proses pendampingan agar penerima manfaat bisa mandiri secara ekonomi.

“Artinya, penerima manfaat didorong untuk ‘naik kelas’ secara bertahap. Tujuannya agar mereka sejahtera dan tidak terus-menerus bergantung pada bansos,” tegasnya.

Sementara Wamensos RI, Agus Jabo Priyono, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Pemkab Jember yang terjun langsung melakukan groundcheck.

BACA JUGA :
Publik Puas Atas 100 Hari Kerja Pemerintahan Fawait-Djoko Masuk Terbaik Capai 82,8 Persen

“Menurutnya, akurasi data lapangan adalah kunci efektivitas program perlindungan sosial,” kata Agus Jabo.

Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Pendamping PKH sangat krusial untuk memastikan Bansos yang disalurkan tidak salah alamat.

“Sinergi ini diharapkan menjadi senjata utama bagi Jember dalam mewujudkan masyarakat yang lebih berdaya, mandiri, dan memastikan tidak ada warga miskin ekstrem yang terlewat dari jangkauan bantuan pemerintah,” pungkasnya.