Daerah

Dima Akhyar: Aktivis, Pebisnis Masuk Politik hingga Kini Pimpin PDP Kahyangan

1021
×

Dima Akhyar: Aktivis, Pebisnis Masuk Politik hingga Kini Pimpin PDP Kahyangan

Sebarkan artikel ini
Dima Akhyar Direktur Umum dan Keuangan PDP Kahyangan, Senin (18/5/2026).(Foto: Badri/ Lensa Nusantara)

Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID- Jalan hidup Dima Akhyar berputar dari dunia organisasi, bisnis, hingga politik lokal. Kini ia dipercaya menjadi Direktur Umum dan Keuangan PDP Kahyangan Jember, setelah melewati beragam pekerjaan sejak usia muda, Senin (18/5/2026).

Lahir di Jember pada 6 Desember 1972, Dima tumbuh di lingkungan keluarga pendidik. Ia menempuh pendidikan di TK Al-Furqon, SD Kepatihan, SD Al-Furqon, SMP Negeri 3 Jember, dan SMA Negeri 2 Jember. Setelah itu, ia melanjutkan studi di Fakultas Hukum Universitas Jember serta mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Angkatan II.

Example 300x600

Semasa muda, Dima aktif di sejumlah organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan seperti Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Dari organisasi itu, ia mulai akrab dengan diskusi soal demokrasi, sosial, dan pembangunan daerah.

BACA JUGA :
RSD Balung Hadir di Bunga Desaku Mini, Sosialisasikan UHC Berobat Gratis Hingga Klinik PMI

Karier profesionalnya dimulai pada 1996 sebagai sales sepeda motor Suzuki. Dalam waktu singkat, ia menjadi salah satu sales terbaik di perusahaan tersebut. Namun krisis ekonomi 1998 mengubah banyak hal. Industri otomotif terpukul dan Dima memilih keluar dari pekerjaan itu.

Selepas dari dunia otomotif, ia menjalani berbagai pekerjaan. Dima pernah menjadi pendamping petani pada era Presiden B. J. Habibie, membantu pengembangan pertanian, hingga membuka jaringan distribusi hasil pertanian di Bali pada awal 2000-an.

BACA JUGA :
Jember Culture dan UMKM Viral 2025, Panggung Budaya dan Produk UMKM Andalan Jember

Pada 2001, ia masuk ke perusahaan leasing sebelum kemudian beralih ke sektor bahan bangunan pada 2003. Dari sana, ia mulai mengembangkan usaha di bidang material bangunan, konstruksi, dan konveksi sejak 2005.

Di luar dunia bisnis, Dima juga aktif dalam kegiatan kepemiluan dan politik lokal. Ia pernah menjadi pengawas pemilu pada 2013–2016. Setelah itu, ia terlibat dalam berbagai diskusi politik dan membantu sejumlah tim pemenangan calon legislatif di Jember.

Menjelang Pilkada 2020, Dima bergabung dengan Partai Golkar. Di partai itu, ia ikut membangun konsolidasi politik dan jaringan organisasi di tingkat daerah.

BACA JUGA :
Bupati Jember Ingin Perluas Fungsi Layanan Wadul Gus'e Merespons Kebutuhan Mendesak di Bidang Kesehatan

Dalam berbagai kesempatan, Dima kerap menyampaikan pandangannya tentang Jember. Ia menyebut daerah itu memiliki potensi besar, tetapi belum dikelola secara maksimal.

Menurutnya, persoalan pembangunan bukan hanya soal anggaran atau birokrasi, melainkan juga soal cara berpikir dalam politik dan pengambilan kebijakan.

Kini, di tengah aktivitasnya sebagai pimpinan perusahaan daerah, Dima tetap aktif berdiskusi mengenai bisnis, politik, dan pembangunan daerah.

Pengalaman panjang di lapangan membuatnya dikenal sebagai sosok yang terbiasa bergerak di antara dunia organisasi, usaha, dan politik lokal,” tandasnya.