Sidoarjo, LENSANUSANTARA.CO.ID – Bangunan tua itu masih berdiri di tengah hiruk pikuk Kota . Cat dindingnya mulai kusam, beberapa sudut tampak menua dimakan waktu, sementara jejak sejarah di dalamnya perlahan seperti nyaris terlupakan.
Namun pagi itu, suasana di berbeda. Wakil Bupati Sidoarjo, , datang langsung melihat kondisi gedung bersejarah yang berada di Jalan A. Yani tersebut, Senin (18/5/2026).
Langkah demi langkah ia menelusuri lorong bangunan yang telah berdiri sejak diresmikan Pangdam VIII Brawijaya Mayjen TNI Soelarso pada 18 Desember 1984 itu.
Di dalamnya masih tersimpan berbagai benda perjuangan, mulai dari bendera, koleksi senjata kayu, hingga peninggalan sejarah lainnya yang menjadi saksi perjalanan bangsa.
Namun kondisi bangunan dan museum di dalamnya disebut cukup memprihatinkan.
“Saya melihat sendiri kondisinya memang kurang layak. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo harus memperbarui dan harus menjaga, karena juga ada museum,” ujar .
Gedung Juang 45 Pancasila selama ini masih digunakan sebagai Kantor Sekretariat (LVRI) Sidoarjo, kantor Dewan Harian Cabang Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Sidoarjo, hingga Primkoppabri.
Di salah satu sudut gedung, museum perjuangan masih menyimpan berbagai peninggalan sejarah para pejuang kemerdekaan.
Sayangnya, usia bangunan yang terus bertambah tanpa renovasi besar membuat banyak bagian mulai mengalami kerusakan dan kurang terawat.
Padahal, lokasi gedung yang berada di tengah kota dinilai memiliki nilai strategis sekaligus potensi besar sebagai sarana edukasi sejarah bagi generasi muda.
Saat berkeliling museum, mengaku menemukan sejumlah benda bersejarah yang masih tersimpan rapi meski kondisi ruangannya mulai memudar.
Mulai dari koin lama, bendera perjuangan, hingga replika senjata kayu peninggalan masa perjuangan kemerdekaan.
Menurutnya, benda-benda tersebut bukan sekadar pajangan, tetapi bagian penting dari memori sejarah bangsa yang harus dijaga.
“Ini kan ada di tengah-tengah kota. Jadi harus kita pertahankan, kita kembalikan ke aslinya seperti apa, tinggal kita renovasi supaya tetap indah dan terawat,” tuturnya.
Ia juga menyebut museum tersebut masih sering dikunjungi pelajar sekolah untuk belajar sejarah perjuangan bangsa secara langsung.
Karena itu, keberadaan museum dan gedung bersejarah tersebut dinilai penting untuk terus dirawat agar tidak hilang ditelan zaman.
Melihat kondisi bangunan yang mulai memprihatinkan, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo disebut akan segera menindaklanjuti rencana renovasi Gedung Juang 45 Pancasila.
memastikan pihaknya akan berkoordinasi dengan OPD terkait untuk mencari solusi agar renovasi dapat segera dilakukan.
“Insyaallah nanti Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan segera menindaklanjuti, gimana caranya agar segera direnovasi,” katanya.
Di tengah perkembangan kota modern yang terus bergerak cepat, Gedung Juang 45 Pancasila menjadi pengingat bahwa sejarah perjuangan tidak boleh hanya menjadi cerita lama.
Karena di balik dinding-dinding tua itu, tersimpan jejak pengorbanan para pejuang yang pernah mempertaruhkan hidup demi kemerdekaan Indonesia. (Ryo)














