Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID – Seorang konsumen sepeda motor listrik Ana Tartila mengaku kecewa terhadap layanan klaim garansi baterai yang diterimanya setelah kendaraan listrik yang baru dibeli sekitar dua bulan mengalami gangguan pada sistem pengisian daya.
Ana membeli sepeda listrik merek Exotic Veloce V3 melalui platform Shopee di toko DavidBikeStore99 pada 12 April 2026 dengan harga Rp3.128.000. Produk tersebut dikirim menggunakan layanan JNE Trucking (JTR) dengan nomor resi JT60432947267.
Menurut Ana, setelah barang diterima, motor listrik digunakan sesuai dengan petunjuk yang tercantum dalam buku panduan. Namun pada 9 Juni 2026, kendaraan tersebut mengalami kendala karena tidak dapat diisi daya (charger).
Mengetahui adanya kerusakan tersebut, Ana kemudian menghubungi admin toko DavidBikeStore99 untuk meminta bantuan dan penjelasan terkait garansi produk.
Setelah mendengarkan kronologi yang disampaikan konsumen, pihak toko memberikan respons dan mengarahkan Ana untuk menghubungi layanan pelanggan yang menangani klaim garansi baterai.
“Kemungkinan dari baterai, Kak. Baterai garansi 6 bulan. Ini saya kasih nomor CS ya, Kak, untuk klaim garansi,” jelas admin toko DavidBikeStore99 kepada konsumen.
Selanjutnya, Ana menghubungi customer service Pacific Exotic dan menjelaskan kondisi motor listrik yang mengalami gangguan. Ia juga menyampaikan bahwa usia pemakaian kendaraan masih sekitar dua bulan sejak pembelian dan digunakan sesuai petunjuk pemakaian yang diberikan produsen.
Namun, berdasarkan penjelasan customer service Pacific Exotic, kondisi baterai yang dialami konsumen diduga disebabkan oleh keterlambatan pengisian daya sehingga dinyatakan tidak termasuk dalam cakupan garansi.
“Jika setiap hari dicas tidak akan terlambat pengecasan, Kak. Ini indikatornya terlambat pengecasan, tidak masuk dalam garansi,” jawab customer service Pacific Exotic.
Meski demikian, Ana telah menjelaskan bahwa penggunaan kendaraan dilakukan sesuai petunjuk dan perawatan sebagaimana yang dianjurkan. Namun pihak customer service tetap menyimpulkan bahwa kerusakan tersebut disebabkan oleh faktor keterlambatan pengisian daya baterai.
Sebagai solusi, customer service menyarankan agar baterai dilepas dari kendaraan dan dibawa ke toko aki untuk dilakukan penyetruman ulang.
“Solusinya aki dilepas lalu dibawa ke toko aki untuk distrum ulang satu per satu. Tidak masuk garansi karena ini terlambat pengecasan,” tegas customer service kepada konsumen.
Atas keputusan tersebut, Ana mengaku kecewa karena baterai yang menurut informasi saat pembelian memiliki masa garansi enam bulan tidak mendapatkan penanganan melalui mekanisme garansi.
Menurutnya, perbedaan persepsi antara konsumen dan pihak layanan garansi berpotensi menimbulkan kebingungan bagi pelanggan yang berharap memperoleh perlindungan sesuai ketentuan garansi yang diinformasikan saat pembelian.
“Sebaiknya kalau mau beli motor listrik secara online dipertimbangkan dulu. Jangan sampai ada korban selanjutnya. Pihak toko sudah menjelaskan baterai garansi enam bulan, tetapi pihak yang menangani garansi malah tidak tanggung jawab,” ungkap Ana.
Kasus ini menjadi perhatian bagi para konsumen kendaraan listrik yang melakukan pembelian secara online. Selain mempertimbangkan spesifikasi dan harga produk, konsumen juga diimbau untuk memahami secara detail syarat dan ketentuan garansi, termasuk kondisi-kondisi tertentu yang dapat menyebabkan garansi tidak berlaku.












