Daerah

Massa Aksi Datangi DPRD Jember, FMJM Minta Jangan Hentikan Program MBG

2167
×

Massa Aksi Datangi DPRD Jember, FMJM Minta Jangan Hentikan Program MBG

Sebarkan artikel ini
FMJM Massa Aksi Datangi DPRD Jember Dukung Program Pemerintah, Sabtu (20/6/2026).(Foto: Badri/ Lensa Nusantara)

Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Massa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Jember Maju (FMJM) menggelar aksi di depan Gedung DPRD Jember, Sabtu (20/6/2026). Dalam aksi tersebut, mereka menyampaikan dukungan terhadap sejumlah program strategis nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Koordinator Aksi FMJM, Agus Nur Yasin, mengatakan program-program tersebut telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik yang tinggal di wilayah perkotaan, kawasan perkebunan, maupun daerah pesisir.

Example 300x600

Menurut dia, manfaat program strategis nasional sudah mulai dirasakan masyarakat sehingga tidak seharusnya dihentikan meski masih terdapat sejumlah kekurangan dalam pelaksanaannya.

“Kalau ada kekurangan atau kesalahan, bukan berarti programnya harus ditutup atau ditiadakan. Yang diperlukan adalah evaluasi dan perbaikan sistem mulai dari Badan Gizi Nasional (BGN) hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sehingga program MBG bisa semakin baik dan mendekati sempurna,” kata Agus.

BACA JUGA :
Miris..!! Seorang Ayah di Jember Dibunuh Anak Kandungnya

Ia menambahkan, keberadaan dapur SPPG juga telah memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Selain menyerap tenaga kerja, operasional dapur MBG dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi di daerah.

“SPPG yang beroperasi telah membuka banyak lapangan pekerjaan. Perputaran ekonomi juga tumbuh karena adanya aktivitas dapur MBG,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Jember Ahmad Halim menerima aspirasi massa. DPRD Jember akan meneruskan aspirasi tersebut kepada pemerintah pusat.

BACA JUGA :
Program Layanan Home Care Jadi Prioritas Pemkab Jember

“Aspirasi yang disampaikan mendukung program strategis pemerintah pusat seperti MBG, Sekolah Rakyat, KDMP, ketahanan pangan, hingga koperasi nelayan Merah Putih. Namun, mereka juga meminta adanya evaluasi menyeluruh dan perbaikan tata kelola agar pelaksanaannya lebih transparan,” ujar Halim.

Selain itu, DPRD Jember juga mengingatkan pentingnya pengelolaan limbah dan sampah dapur SPPG secara mandiri agar pelaksanaan program MBG semakin baik.

Di sisi lain, pemilik salah satu SPPG di Jember, Achmad Sudiyono, menyampaikan sejumlah masukan terkait pelaksanaan program selama masa libur sekolah.

Ia menyoroti kebijakan penghentian sementara distribusi MBG selama tiga minggu masa liburan yang dinilai berdampak pada operasional dapur SPPG dan pemenuhan gizi anak-anak.

BACA JUGA :
Desa Panduman Jember Tetapkan RKPDes Tahun Anggaran 2023

“Presiden Prabowo pernah menyampaikan bahwa yang libur adalah sekolahnya, bukan kebutuhan gizi anak-anak. Karena itu kami berharap ada solusi agar pemenuhan gizi tetap berjalan selama masa libur sekolah,” ujar Sudiyono.

Sudiyono juga meminta adanya kejelasan terkait petunjuk teknis dari BGN, termasuk mengenai biaya operasional dan insentif bagi SPPG yang tetap menanggung beban operasional selama masa libur.

Menurut dia, banyak pengelola SPPG yang telah berinvestasi besar untuk mendukung keberhasilan program MBG, termasuk menggunakan modal pribadi maupun pembiayaan perbankan.

“Kami mendukung penuh program strategis nasional ini. Harapannya, masukan dari para pengelola SPPG dapat menjadi bahan evaluasi agar program berjalan lebih baik dan berkelanjutan,” katanya.