Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID – Guna menyukseskan implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) tingkat pendidikan dasar, Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso mendelegasikan 3 pendidik mengikuti Training of Trainers (ToT) Calon Fasilitator Kelompok Kerja Pelatihan PM.
Ketiga fasilitator diproyeksikan untuk mendampingi dan mengawal pelatihan pembelajaran mendalam pada jenjang Sekolah Dasar (SD), khususnya pada mata pelajaran krusial seperti Bahasa Indonesia, Matematika, dan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial).
Sosok pertama adalah Agung Pristikuntawan, S.Pd dari unsur pengawas sekolah. Peran strategisnya untuk menguatkan aspek manajerial serta pemetaan kompetensi guru. Khususnya dalam merancang ekosistem pembelajaran matematika yang lebih kontekstual dan mendalam bagi para pendidik di Bondowoso.
Sektor penguatan literasi dikomandani oleh Mohammad Hairul, S.Pd., M.Pd., Kepala SMPN 1 Curahdami sekaligus Instruktur Nasional Literasi Baca-Tulis. Rekam jejak akademiknya kuat di bidang pembelajaran sebagai kandidat doktor Universitas Negeri Surabaya. Hairul bertanggung jawab merumuskan simplifikasi materi bahasa agar mampu menjadi pemantik daya kritis dan kemampuan komunikasi siswa.
Fasilitator ketiga adalah Lailatul Fajriah, S.Pd, guru SDN Ramban Kulon 3. Sebagai representasi langsung dari guru kelas SD di akar rumput, beliau menjadi ujung tombak dalam memahami dinamika riil di ruang kelas. Dedikasinya sangat penting dalam menerjemahkan konsep Pembelajaran Mendalam ke dalam modul KKA.
Para fasilitator mengikuti gemblengan intensif yang dilaksanakan pada 22-25 Juni 2026 di BBPPMPV BOE Malang. Selama kegiatan 4 hari mereka dibekali dengan berbagai kompetensi utama yang siap ditularkan kepada guru-guru SD di Bondowoso.
Fokus pembekalan meliputi pendekatan pembelajaran mendalam untuk menggeser metode hafalan menjadi pemahaman konsep yang bermakna. Penguatan strategi kreatif dalam mengajar Bahasa Indonesia, Matematika, dan KKA guna membangun ekosistem belajar yang kolaboratif, inklusif, dan memuliakan.














