Banjarnegara, LENSANUSANTARA.CO.ID – Langkah nyata dalam pengawasan dan pengawalan pembangunan Proyek Setrategis Nasional (PSN) oleh Kejaksaan Negeri Banjarnegara terus dilakukan, upaya tersebut guna memastikan setiap infrastruktur yang dikerjakan sesuai dengan spek yang sudah ditentukan di RAB.
Pendampingan sejumlah PSN yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Banjarnegara melalui bidang intelijen tersebut diharapkan bisa meningkatkan deteksi dini terhadap berbagai potensi ancaman dan gangguan, termasuk ruas jalan Merden – Lawangawu yang berada di Kecamatan Purwanegara, yang memiliki panjang sekitar 6,400 meter yang dibangun dengan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2026 dengan nilai anggaran sekitar Rp 8,83 miliar.
Menurut Kajari Fitriansyah Akbar melalui Kepala Seksi Intelejen Anjar Purbo Sasongko, dengan didampingi Kasubi II Intelejen, dan Kabid Bina Marga DPUPR Tutut Indarjo saat ditemui di lokasi proyek Merden – Lawangawu mengungkapkan, pendampingan Proyek Setrategis Nasional yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri sebagai langkah komitmen dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045 melalui pelaksanaan Asta Cita Presiden, terutamamemperkuat reformasi hukum serta pemberantasan korupsi.
” Sesuai instruksi yang diberikan Jaksa Agung, pendampingan PSN ini untuk meningkatkan deteksi dini terhadap berbagai potensi yang terjadi di bidang infrastruktur, salah satunya mencegah adanya korupsi,” ungkap Kasie Intel Kejari Banjarnegara, Purbo Sasongko kepada lensansuantara.co.id, Jumat, (3/7/2026).
Menurut Kasie Intel Purbo, proyek yang masuk dalam PSN yang ada di Kabupaten Banjarnegara, selain ruas jalan Merden-Lawangawu, ada juga beberapa titik lainnya yang masuk dalam pendampingan Kejari, seperti Peningkatan ruas jalan yanga ada di Karanggondang – Pagarpelah, Karangkobar – Batur, Purwanegara – Merden, Bulukuning – Kubang, serta Purwajiwa – Bts Kabupaten Batang.
“Memang dibandingkan titik PSN yang lain, ruas jalan Merden – Lawangawu ini yang harus di kebut duluan, soalnya kita tahu sendiri, jalan ini adalah akses utama bagi masyarakat Desa Kalitengah terutama yang akan melakukan aktifitas, dan juga jalan ini satu-satunya yang bisa dilewati para sopir truk saat mengangkut pasir putih dari tambang milik Perusda Banjarnegara, sehingga mau tidak mau harus kita kebut, karena memang tidak ada jalan alternatif lainnya selain ini, saya tadi juga tanya sama kontraktornya, selama pengaspalan dan jalan di tutup total tentu dengan tujuan agar bisa maksimal pengerjaanya, ternyata dari pengusaha pasir dan masyarakat mendukung,”jelas Purbo.
Masih kata Kastel Purbo,”kontraktor tadi juga bilang selama pengerjaan tidak ada kendala serius, karena kita Kejari Banjarnegara sebagai pendamping pembangunan PSN harus benar-benar memastikan betul proyek berjalan dengan baik, lancar tanpa adanya masalah, terutama kualitas pengerjaanya benar-benar wajib sesuai spek dan juga bisa selesai tepat waktu,” tambahnya.
Dilokasi yang sama, Kabid Bina Marga DPUPR Banjarnegara Tutut Indarjo juga menyampaikan pesan kepada masyarakat serta pihak-pihak dari penambang pasir putih, dirinya meminta selama pengerjaan proyek berlangsung, semua bisa sabar dan mendukung program tersebut dengan baik.
“Saya hanya berpesan saja kepada masyarakat semuanya, terutama para pengusaha tambang, para sopir agar bersabar, namanya proyek jalan pasti ada dampaknya, tapi semua ini kan untuk kebaikan semuanya, jika sudah selesai pembangunannya, jalan menjadi bagus, mulus kan semua menikmati, yang penting semuanya ikut merawat agar awet, terutama para sopir truk jangan memuat pasir melebihi tonase yang sudah ditentukan,” harap Kabid Bina Marga Tutut.
Terlaksananya pembangunan ruas jalan Merden-Lawangawu, diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat terutama Desa Kalitengah, karena penantian untuk merasakan melewati jalan bagus di wilayahnya akhirnya terlaksana setelah puluhan tahun menanti. (Gunawan).














