Religi

Pemkab Jember Gelar Ngaji dengan Cinta Hadirkan Ulama Sidogiri, Ploso, dan Lirboyo

2118
×

Pemkab Jember Gelar Ngaji dengan Cinta Hadirkan Ulama Sidogiri, Ploso, dan Lirboyo

Sebarkan artikel ini
Ngaji dengan Cinta Pemkab Jember, Jum'at (17/7/2026).(Foto: Istimewa/ Lensa Nusantara)

Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember bersama Forum Pondok Pesantren (Ponpes) Kabupaten Jember akan menggelar kegiatan bertajuk “Ngaji dengan Cinta” dalam rangka mengaji bersama untuk kemaslahatan bangsa, Jumat (17/7/2026).

Ngaji dengan Cinta yang akan dilaksanakan di Pendopo Wahyawibawagraha Kabupaten Jember pada 26 Juli 2026. Menghadirkan sejumlah ulama dan pengasuh pondok pesantren ternama dari Jawa Timur,” ujar Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kabupaten Jember, Nurul Hafid Yasin.

Example 300x600

Adapun para narasumber yang dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut yakni KH. Moh Kholil Nawawi dari Pondok Pesantren Sidogiri-Pasuruan, KH. Fahim Ruyyani dan KH. Abdurrahman Al Kaustar dari Pondok Pesantren Ploso-Kediri, serta Dr. KH. Ahmad Kafabihi, M.Pd. dari Pondok Pesantren Lirboyo-Kediri.

BACA JUGA :
Surat Turun ke BKPSDM Terbukti Pungli, Bupati Jember Bebaskan Joni Pelita Jadi Camat Silo

“Pelaksanaan kegiatan Ngaji dengan Cinta di Pendopo Wahyawibawagraha, disesuaikan dengan kapasitas ruangan yang hanya mampu menampung sekitar 300 peserta,” ucapnya.

BACA JUGA :
Berawal dari 10 Nasi Bungkus, Abdus Salam Kini Bisa Berbagi Ribuan Paket Sembako ke Warga Gebang Jember

Kata Hafid, peserta yang diundang dalam kegiatan ini terdiri dari 107 pengurus Forum Pondok Pesantren Kabupaten Jember, sekitar 100 orang alumni Pondok Pesantren Sidogiri, serta perwakilan alumni Pondok Pesantren Lirboyo dan Ploso.

BACA JUGA :
Bupati Jember Gus Fawait Kembali Lantik Lima Pejabat Baru Eslon II

“Meski bersifat terbatas dan berdasarkan undangan, masyarakat tidak perlu khawatir karena kegiatan Ngaji dengan Cinta akan disiarkan secara langsung melalui live streaming sehingga dapat diikuti oleh alumni pondok pesantren lainnya maupun masyarakat umum,” pungkasnya.