Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember secara resmi melepas Sebanyak 3.000 mahasiswa dari 17 perguruan tinggi mulai menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif V Tahun 2026 di Kabupaten Jember.
KKN Kolaboratif tahun ini mengusung tema KKN Desa Cinta (Desa Cerdas, Inklusif, dan Tangguh) para mahasiswa di terjunkan tersebar di 248 Desa/Kelurahan, Minggu (19/7/2026).
KKN Kolaboratif Desa Cinta diikuti mahasiswa dari berbagai kampus, di antaranya Universitas Jember (UNEJ), UIN KHAS Jember, Universitas Islam Jember (UIJ), Universitas dr. Soebandi, Institut Teknologi dan Sains (ITS) Mandala, Politeknik Negeri Jember, Universitas Moch. Seruji, Universitas Al-Qodiri, Universitas Annuqayah (UAS) Kencong, STIKES Bakti Al-Qodiri, dan sejumlah perguruan tinggi lainnya.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan, KKN menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memberikan kontribusi nyata sebelum menyelesaikan pendidikan di bangku kuliah.
“Demonstrasi itu bagus, hearing itu bagus, tetapi mahasiswa juga harus tahu seperti apa persoalan nyata di lapangan,” ujarnya.
Gus Fawait mengungkapkan masih banyak bantuan sosial yang tidak tepat sasaran. Karena itu, Pemkab Jember mengajak mahasiswa yang mengikuti KKN Kolaboratif untuk membantu pemerintah melakukan pendataan di masyarakat yang masuk dalam desil 2 atau kategori masyarakat miskin ekstrem.
“Keterlibatan mahasiswa sangat penting agar program pengentasan kemiskinan yang dijalankan pemerintah dapat lebih tepat sasaran,” menurutnya.
Menurut dia, data yang akurat akan memudahkan pemerintah dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Salah satu tugas mahasiswa dalam KKN Kolaboratif ini membantu pemerintah, memastikan bahwa masyarakat yang masuk dalam kategori penerima bantuan benar-benar orang yang tepat. Dengan begitu, upaya pengentasan kemiskinan bisa berjalan lebih baik,” ungkapnya.
Gus Fawait juga menyoroti tingginya angka kemiskinan di Kabupaten Jember. Ia menyebut, Jember menjadi kabupaten dengan jumlah penduduk miskin absolut terbesar kedua di Jawa Timur setelah Kabupaten Malang, meskipun memiliki puluhan perguruan tinggi.
“Di Jember ada puluhan perguruan tinggi. Ini menjadi momentum bagi seluruh mahasiswa untuk ikut berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan, khususnya di Kabupaten Jember,” tegasnya.
Ia pun berpesan kepada seluruh peserta KKN, agar menjaga nama baik almamater masing-masing selama menjalankan pengabdian di masyarakat.
“Ketika turun ke masyarakat, yang pertama kali ditanya adalah berasal dari kampus mana. Maka jaga nama baik kampus dan tunjukkan bahwa mahasiswa hadir membawa manfaat bagi masyarakat,” pesannya.
Dalam kesempatan, Gus Fawait juga mengumumkan pembukaan pendaftaran Beasiswa Cinta Bergema yang akan dimulai pada 20 Juli 2026.
“Pemkab Jember menyiapkan sekitar 4.200 kuota beasiswa, bagi mahasiswa asal Jember yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia,” pungkasnya.














