Kesehatan

RSD Kalisat Jember Siapkan Layanan Unggulan Baru Tingkatkan Pendapatan

2760
×

RSD Kalisat Jember Siapkan Layanan Unggulan Baru Tingkatkan Pendapatan

Sebarkan artikel ini
Hearing DPRD Jember Komisi D bersama RSD Kalisat, Sabtu (22/8/2026).(Foto: Badri/Lensa Nusantara)

Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Rumah Sakit Daerah (RSD) Kalisat harus bekerja lebih keras pada 2027. Target pendapatan rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Jember itu diproyeksikan naik sekitar 40 persen dibandingkan target tahun ini.

Untuk mengejarnya, manajemen menyiapkan sejumlah layanan baru sekaligus memperkuat kapasitas rumah sakit. Hal tersebut disampaikan Direktur RSD Kalisat, Nurullah Hidajahningtyas saat memenuhi undangan Komisi D DPRD Jember dalam pembahasan KUA-PPAS APBD 2027, Sabtu (22/8/2026).

Example 300x600

Menurutnya pada 2026, RSD Kalisat ditargetkan memperoleh pendapatan sekitar Rp72 miliar. Namun, hingga Juli, realisasinya baru mencapai Rp25,8 miliar. Manajemen memperkirakan pendapatan hingga akhir tahun sekitar Rp47 miliar atau sekitar 66 persen dari target.

Untuk 2027, forecasting internal menunjukkan kemampuan pendapatan sekitar Rp60 miliar. Angka itu diharapkan terdongkrak setelah sejumlah layanan baru mulai berjalan.

BACA JUGA :
KDMP Desa Sidomulyo Jember Jadi Percontohan Nasional Peluncuran 80 Ribu Koperasi

“Fokus kami tahun 2027 adalah pengembangan pelayanan,” ungkap dr. Nurullah.

Layanan yang disiapkan antara lain bedah urologi, paru, kulit dan kelamin, serta hemodialisa. Khusus hemodialisa, RSD Kalisat berencana menambah kapasitas dari empat menjadi 12 tempat tidur secara bertahap.

“Untuk memenuhi persyaratan tersebut, lima tenaga keperawatan akan dikirim mengikuti pelatihan hemodialisa. Dokter yang memiliki pelatihan hemodialisa telah disiapkan, sementara dokter konsultan juga telah dikontrak,” ungkapnya.

Manajemen memperkirakan layanan hemodialisa dapat menjadi salah satu pengungkit pendapatan. Dengan 12 tempat tidur yang beroperasi dua kali sehari selama lima hari, kapasitas pelayanan dapat mencapai 120 sesi per minggu.

“Pengembangan juga menyasar layanan mata dan bedah saraf. RSD Kalisat telah memiliki sebagian peralatan untuk layanan mata, tetapi masih membutuhkan alat pendukung. Sementara bedah saraf membutuhkan CT scan untuk dapat dikembangkan,” tambahnya.

BACA JUGA :
Gelar Halal Bihalal, Camat Patrang Jember: Ajang Eratkan Tali Persaudaraan dan Tingkatkan Kinerja Pelayanan Pada Masyarakat

Untuk memenuhi kebutuhan alat, manajemen membuka opsi kerja sama operasional (KSO) dengan pihak ketiga. Namun, RSD Kalisat juga berharap mendapat dukungan pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Selain alat kesehatan, rumah sakit berencana menambah sekitar 30 tempat tidur. Pengembangan ini akan diikuti penambahan layanan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS),” imbuhnya.

dr. Nurullah menegaskan penambahan kapasitas harus dihitung secara cermat. Jangan sampai ekspansi pelayanan justru membebani keuangan rumah sakit.

“Kesiapan infrastruktur dasar juga mulai dipenuhi. Kebutuhan listrik, IPAL dan genset telah disiapkan melalui skema KSO. Menurut Nurullah, kesiapan fasilitas tersebut menjadi syarat penting agar pengembangan layanan dapat memperoleh izin,” ujarnya.

BACA JUGA :
Paguyuban Sedulur Ganjar Pranowo Jember Target Menangkan Pilpres 2024

Di sisi lain, penguatan SDM juga dilakukan. RSD Kalisat mendapat tambahan 30 tenaga melalui program pemagangan Kementerian Ketenagakerjaan. Sebagian disiapkan untuk mendukung kamar operasi yang kini telah memiliki tiga ruang.

Bagi manajemen, peningkatan pendapatan tidak bisa dilepaskan dari peningkatan kualitas layanan. Sekitar 94 persen pendapatan RSD Kalisat berasal dari BPJS Kesehatan. Karena tarif BPJS telah ditentukan, pengembangan layanan dan peningkatan kompleksitas tindakan menjadi salah satu cara untuk mengerek pendapatan.

“Ia berharap dukungan DPRD Jember dan pemerintah pusat dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan alat kesehatan. Dengan begitu, peningkatan target pendapatan tidak semata menjadi beban rumah sakit, tetapi berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas dan kualitas pelayanan bagi masyarakat,” tuturnya.