Advertorial

Pemkab Jember Tekan AKI/AKB Gelar Cerdas Cermat Ibu Hamil dan Lomba Bayi Sehat

150
×

Pemkab Jember Tekan AKI/AKB Gelar Cerdas Cermat Ibu Hamil dan Lomba Bayi Sehat

Sebarkan artikel ini
Cerdas Cermat Ibu Hamil dan Lomba Bayi Sehat di Fakultas Kedokteran, UNEJ, Kamis ((10/10/2024).(Foto: Badri/ Lensanusantara)

Jember, LENSANUSABTARA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Jember menggelar Lomba Cerdas Cermat Ibu Hamil dan Kader Smart serta Lomba Bayi Sehat dalam Rangka Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke – 79. Tepatnya, di Fakultas Kedokteran, UNEJ, pada Kamis (10/10/2024)

Kegiatan itu dilaksanakan atas kolaborasi Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, Fakultas Kedokteran UNEJ, dan Rumah Sakit Paru Jember. Dalam sambutannya, Pjs. Bupati Jember Imam Hidayat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan itu.

Example 300x600

“Ini adalah kegiatan yang strategis, bagi para penyelenggara, ini adalah kerja sama yang harus terus-menerus dikembangkan. Pengetahuan kesehatan itu berkembang, jadi patut disosialisasikan,” Menurut Pjs. Bupati Jember.

BACA JUGA :
Mendaftar ke KPU Jember, di Usung PDIP Hendy Siswanto - Gus Firjaun Harus Menang Mutlak

Kata Imam Hidayat, Kabupaten Jember konsen terhadap AKI dan AKB, kita harus mempunyai perhatian besar penurunan stunting karena tahun 2025 mencanangkan Indonesia emas.

BACA JUGA :
Literasi dan Mental Health: PGSD FKIP Unej Ajak Mahasiswa Bedah Buku Filosofi Teras

“Maka satu kelahiran melahirkan satu generasi, apabila satu generasi gagal harus di tanggung ke gagalan di masa akan datang. Pembangunan SDM jangka panjang harus di persiapkan sebaik mungkin,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Jember Hendro Soelistijono mengatakan, Rumah sakit Balung mendukung penurunan AKI, AKB dan stunting. Menumbuhkan seorang ibu giat menjadikan bayinya yang sehat.

BACA JUGA :
18 Mahasiswa Keperawatan Menjalani Praktek Klinik di RSD Balung Jember

“Selanjutnya mendidik kader dan ibu hamil nantinya melahirkan bayi sehat untuk ikut cerdas cermat, “Pihaknya berharap memajukan ibu ibu balita lebih mempunyai pengetahuan di atas rata rata 21 tahun dia menikah di usia cukup untuk melahirkan,” pungkasnya (ADV/Dri)