Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID – Satgas TMMD Ke-123 Kodim 0822 Bondowoso harus menghadapi tantangan berat dalam pembangunan Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu). Sulitnya akses kendaraan roda empat memaksa mereka menggunakan sepeda motor untuk mengangkut material melewati jalur terjal dan licin. Senin (3/3/25)
Dansatgas TMMD Ke-123 Letkol Arh Achmad Yani, S.E., M.Han. meninjau langsung kondisi di lapangan dan mengungkapkan kendala utama dalam pembangunan fisik di Desa Trotosari.
“Karena akses jalan tidak memungkinkan dilewati mobil, material harus diangkut secara manual menggunakan sepeda motor. Saat hujan, jalur makadam menjadi sangat licin dan berbahaya,” jelasnya.
Meski menghadapi hambatan, Dansatgas menegaskan bahwa target penyelesaian pembangunan tetap harus tercapai sebelum penutupan TMMD pada 20 Maret mendatang.
Kepala Desa Trotosari, Bramono Eko Putra, menyampaikan apresiasinya terhadap dedikasi anggota Satgas TMMD yang tetap bekerja keras meskipun menghadapi kondisi sulit.
“Akses transportasi memang kendala utama di desa ini. Tapi dengan semangat gotong royong antara TNI dan warga, pengangkutan material bisa berjalan meskipun penuh tantangan,” ujarnya.
Di tengah segala keterbatasan, semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat tetap membara. Mereka terus bekerja tanpa kenal lelah demi mewujudkan pembangunan yang lebih baik untuk Desa Trotosari.














