Natuna, LENSANUSANTARA.CO.ID — Turnamen bola voli antar-klub se-Kelurahan Sedanau yang digelar oleh AKAPVI (Anak Kampung Pecinta Voli) disambut riuh tepuk tangan dan sorak penonton di Lapangan Astaka, Kelurahan Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, Natuna, Jumat (10/10/2025) malam. Lampu-lampu sorot memantul di permukaan semen lapangan, menyoroti setiap lompatan dan smash.
Namun, di balik dentuman bola dan gemuruh penonton, denyut ekonomi rakyat ikut berputar. Di sisi lapangan, deretan lapak kecil berdiri rapi. Pedagang kaki lima menjajakan minuman dingin, sosis goreng, hingga aroma kopi hitam menyeruak di udara malam.
“Alhamdulillah, dagangan laku keras tiap malam pertandingan,” ujar Ujang, seorang pedagang minuman dingin, Jumat 10 Oktober 2025 malam.
Ia mengaku bisa meraup penghasilan dua kali lipat dibanding hari biasa sejak turnamen digelar.
“Biasanya cuma dapat seratus ribu, sekarang sampai bisa dua ratusan ribu lebih. Ini berkah dari anak-anak AKAPVI yang bikin acara ini,” katanya.
Bagi Ujang dan pedagang kecil lainnya, turnamen ini seperti festival rakyat tahunan yang dinanti. Tak hanya menambah pendapatan, tapi juga menghadirkan suasana kebersamaan di tengah masyarakat Sedanau.
Pertandingan biasanya dimulai selepas salat Isya, ketika udara laut mulai sejuk dan angin berembus tenang. Penonton berbondong-bondong datang, sebagian membawa anak-anak kecil yang ikut bersorak di pinggir lapangan. Beberapa bahkan menonton sambil menikmati gorengan dan segelas kopi dari warung tenda di sekitar arena.
Kemeriahan itu membawa dampak ekonomi yang nyata. Para pelaku usaha kecil seperti pedagang gorengan, minuman dingin, hingga penjual makanan cepat saji ikut kebagian rezeki. Di sekitar lapangan, omzet mereka naik signifikan.
“Alhamdulillah, ramai terus. Apa lagi kalau malam Minggu. Dagangan bisa habis sebelum pertandingan selesai,” ujar seorang pedagang lain sambil tersenyum puas.
Turnamen bola voli ini memperlihatkan wajah baru Sedanau sebagai kampung yang hidup oleh semangat warganya. Di tengah keterbatasan fasilitas dan jauhnya dari pusat kota, masyarakat tetap mampu menghidupkan kegiatan positif yang membawa manfaat sosial dan ekonomi sekaligus.
Di lapangan, pertandingan berjalan ketat. Tim-tim muda dari berbagai klub di kelurahan Sedanau saling beradu ketangkasan. Sorak dan tawa penonton menyatu dengan pluit wasit yang terdengar keras. Bagi pemain, kemenangan adalah kebanggaan. Namun bagi para pedagang, setiap malam pertandingan adalah momen yang ditunggu untuk meraih cuan.
Turnamen bola voli ini memang tak digelar megah. Namun, dari lapangan semen sederhana di Sedanau, terlihat jelas bagaimana sebuah kegiatan olahraga bisa menjelma menjadi sumber semangat, solidaritas, dan perputaran ekonomi warga.
“Yang penting ramai, semua senang, semua dapat rezeki,” pungkas Ujang sambil tersenyum lebar.














