Pendidikan

Guru KKG 02 Kebondalem Banyuwangi Beri Umpan Balik Positif dalam Evaluasi Media AR Bilingual

1112
×

Guru KKG 02 Kebondalem Banyuwangi Beri Umpan Balik Positif dalam Evaluasi Media AR Bilingual

Sebarkan artikel ini
tahap evaluasi bersama mitra yaitu KKG 02 Kebondalem, Banyuwangi.

Banyuwangi, LENSANUSANTARA.CO.ID – Setelah rangkaian pendampingan pembelajaran menggunakan Augmented Reality (AR) bilingual, tim hibah DPPM FKIP Universitas Jember yang diketuai oleh Zetti Finali, S.Pd., M.Pd. dari Program Studi PGSD, dan anggota tim dosen dari lintas bidang, yaitu Siti Masrifatul Fitriyah, S.Pd., M.A., Ph.D. (Pendidikan Bahasa Inggris) dan Chandra Ayu Proborini, S.Pd., M.Pd. (PGSD) melaksanakan tahap evaluasi bersama mitra yaitu KKG 02 Kebondalem, Banyuwangi. 15 September 2025

Kegiatan ini dihadiri guru-guru yang sebelumnya telah mendampingi siswa dalam implementasi media AR Bilingual pada mata pelajaran IPAS.

Example 300x600

Suasana evaluasi berlangsung interaktif. Guru-guru berbagi pengalaman selama mendampingi siswa di kelas, mulai dari keseruan saat mencoba kartu flashcard hingga respon antusias siswa yang terus bertanya dan ingin mencoba ulang. Beberapa siswa bahkan mengungkapkan keinginannya untuk memiliki kartu flashcard sendiri.

BACA JUGA :
Polresta Banyuwangi Bawa Suasana Mapolresta di Pos Pelayanan Nataru ASDP Ketapang

Ungkapan ini menjadi salah satu bukti bahwa media AR mampu menarik minat belajar mereka di luar jam pelajaran formal.
Dalam diskusi, para guru menilai media AR bilingual berhasil menghadirkan suasana belajar yang lebih menyenangkan, kontekstual, sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu siswa.

Selain mengenalkan keragaman budaya Indonesia, media ini juga dianggap efektif dalam melatih literasi bahasa Inggris sejak dini.

BACA JUGA :
Kondisi Jalan Desa di Banyuwangi Rusak Parah, Picu Protes Puluhan Warga

“Anak-anak terlihat jauh lebih fokus dan tertarik. Kami berharap pendampingan semacam ini bisa terus berlanjut, bahkan diperluas ke mata pelajaran lain,” ungkap salah satu guru mitra.

Tahap evaluasi juga menjadi wadah refleksi bersama tim dosen dan guru. Di satu sisi, media AR terbukti mampu menciptakan pembelajaran yang joyful dan meaningful. Di sisi lain, guru memberikan masukan terkait penyempurnaan teknis dan pemanfaatannya agar lebih fleksibel dalam berbagai konteks pembelajaran.

Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar bagi tim pelaksana untuk merancang tindak lanjut, termasuk uji coba mandiri di sekolah-sekolah anggota KKG. Ketua pelaksana, Zetti Finali, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya evaluasi ini.

BACA JUGA :
Seorang Pemuda di Banyuwangi Tertusuk, Ini Penyebabnya

“Kami ingin memastikan media AR ini tidak berhenti pada pelaksanaan pengabdian ini saja. Masukan dari guru menjadi bahan berharga untuk penyempurnaan sekaligus pengembangan di masa depan. Harapannya, inovasi ini bisa menjadi bagian dari strategi pembelajaran di sekolah dasar yang lebih adaptif dan relevan,” jelasnya.

Evaluasi ini menegaskan bahwa Tridharma Perguruan Tinggi tidak berhenti pada teori, tetapi hidup dalam praktik nyata. Pendidikan, penelitian, dan pengabdian berpadu untuk menghadirkan pembelajaran yang joyful, meaningful, serta berakar pada budaya lokal dan terbuka pada kompetensi global.