Berita

MBG Siswa Paud Al Hidayah Madiun Bermasalah, Wali Murid Temukan Makanan Berjamur

1646
×

MBG Siswa Paud Al Hidayah Madiun Bermasalah, Wali Murid Temukan Makanan Berjamur

Sebarkan artikel ini
Roti berjamur dalam paket MBG Siswa PAUD Al Hidayah yang disuplai SPPG Assalam Geger, Kabupaten Madiun.


‎MADIUN, LENSANUSANTARA.CO.ID — Temuan makanan berjamur dalam paket Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima siswa PAUD/TK Al Hidayah Klorogan, Kabupaten Madiun, mendapat sorotan dari sejumlah wali murid. kondisi ini diketahui setelah paket MBG diterima dan diperiksa wali murid di rumah.


‎“Begitu dibuka di rumah, dari 16 item ada empat roti yang kondisinya sudah berjamur,” kata Abdul Jalil Ghofur, salah satu wali murid, Senin (29/12/2025).

‎Jalil menjelaskan, paket MBG diambil langsung dari sekolah dan baru diperiksa setelah sampai di rumah. Ia belum menyampaikan keluhan secara langsung ke dapur penyedia, namun telah melaporkannya kepada pihak sekolah.

‎Pihak sekolah, lanjut Jalil, meminta para wali murid untuk mendokumentasikan temuan tersebut. Dari komunikasi di grup orang tua murid, kejadian serupa diduga juga dialami oleh siswa lain.

‎Berdasarkan informasi yang diterima wali murid, paket MBG tersebut disuplai oleh Satuan Pelaksana Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Assalam yang berlokasi di Desa Sumberjo, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun.

‎Selain soal kelayakan makanan, Jalil juga menyoroti komposisi menu dalam paket MBG yang dinilainya belum sesuai dengan kebutuhan gizi anak usia PAUD.

‎Menu yang diterima didominasi makanan ringan seperti roti, keripik, dan kacang kapri kemasan, tanpa adanya makanan pokok.

‎“Untuk anak usia PAUD seharusnya ada makanan dasar yang jelas. Ini justru disamakan dengan anak yang usianya lebih besar,” ujarnya.

‎Ia menambahkan, temuan paket MBG dengan komposisi serupa juga terjadi pada distribusi pekan sebelumnya.

‎“Ini bukan yang pertama. Sudah dua kali pengiriman dengan kondisi hampir sama. Kalau dibiarkan, risikonya jelas ke anak,” tegasnya.

‎Jalil pun meminta pemerintah daerah serta instansi terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya pada SPPG penyedia. Ia berharap ada pengawasan ketat dan sanksi tegas apabila ditemukan kelalaian.

‎“Programnya sangat baik, tapi pengawasannya jangan longgar. Anak-anak jangan sampai jadi korban,” pungkasnya.

‎Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG Assalam maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait temuan paket MBG yang diduga tidak layak konsumsi tersebut.

BACA JUGA :
Polres Madiun gelar Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Virtual bersama Presiden RI di wilayah Pajaran Saradan Madiun