Pemerintahan

Genap Setahun Memimpin, Gus Fawait Tuntaskan Krisis Blanko e-KTP di Jember

1044
×

Genap Setahun Memimpin, Gus Fawait Tuntaskan Krisis Blanko e-KTP di Jember

Sebarkan artikel ini
Gus Fawait Saat Mendatangi DispendukCapil Jember, Jum'at (20/2/2026).(Foto: Istimewa/ Lensa Nusantara)

JEMBER, LENSANUSANTARA.CO.ID – Pembenahan layanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil (Admindukcapil) menjadi salah satu fokus utama Bupati Jember Muhammad Fawait selama tahun pertama kepemimpinannya sejak dilantik pada 20 Februari 2025.

Example 300x600

Genap satu tahun memimpin Kabupaten Jember, Gus Fawait mengungkapkan bahwa sektor Adminduk sempat menjadi persoalan serius yang menghambat masyarakat, khususnya warga di wilayah pedesaan.

BACA JUGA :
Gandeng PMI, Perum Bulog Jember Lakukan Donor Darah

“Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, terdapat sekitar 66 ribu warga yang belum mendapatkan KTP sejak 2019 hingga 2024 akibat kekurangan blanko,” ungkapnya, Jumat (20/2/2026).

Kondisi tersebut berdampak luas. Banyak warga kesulitan mengakses layanan publik, bantuan sosial, hingga melamar pekerjaan karena tidak memiliki kartu identitas resmi.

BACA JUGA :
Kementerian Sosial Gus Ipul: Penduduk Jember Terbesar Lansia di Jawa Timur

“Banyak masyarakat desa harus menempuh perjalanan hingga dua jam ke kota hanya untuk mengurus KTP. Ini bentuk ketidakadilan pelayanan yang harus diperbaiki,” tegas Gus Fawait.

Sebagai langkah konkret, Pemkab Jember menyediakan sekitar 68 ribu blanko KTP untuk menuntaskan antrean pencetakan yang sempat tertunda selama bertahun-tahun.

“Selain itu, layanan pencetakan dokumen kependudukan kini dihadirkan hingga tingkat kecamatan,” Imbuhnya.

BACA JUGA :
570 Peserta Ikuti Festival Lagu Rohani Kristen-Katolik di Jember

Dengan kebijakan tersebut, warga di pelosok tidak perlu lagi datang ke kantor dinas di pusat kota untuk mencetak KTP maupun dokumen kependudukan lainnya. Pelayanan menjadi lebih dekat, cepat, dan merata.

“Langkah ini sebagai upaya memenuhi hak dasar masyarakat, sekaligus memangkas kesenjangan pelayanan antara warga kota dan desa,” pungkasnya.