Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Bupati Jember Muhammad Fawait menggelar agenda sahur bersama jamaah umrah Al Furqon di Kota Suci Madinah, Arab Saudi, Jum’at (27/2/2026).
Agenda ini bukan sekadar pemenuhan kebutuhan fisik, melainkan bagian dari upaya pendalaman spiritual dan penguatan persaudaraan antar-jamaah di tengah pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
Dalam suasana yang khidmat namun penuh kehangatan, Fawait memimpin rombongan menuju kawasan Juref, sebuah titik kuliner legendaris yang menjadi destinasi favorit di Madinah.
Di lokasi tersebut, para jamaah diajak menikmati sajian khas berupa kambing dan ayam bakar tradisional yang dimasak dengan metode otentik di atas bara api.
Di sela-sela perjalanan menuju lokasi sahur, Fawait memberikan ceramah singkat kepada para jamaah mengenai esensi bulan Ramadan.
Dia menekankan bahwa setiap aktivitas, termasuk makan sahur, harus didasari oleh niat ibadah agar tidak sekadar menjadi kegiatan rutin belaka.
“Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh keistimewaan karena setiap sendi kehidupan kita bisa bernilai pahala. Sahur bukan hanya soal makan agar kuat berpuasa, tetapi ini adalah waktu istijabah (yakni) waktu di mana doa-doa kita didengar dan dikabulkan oleh Allah SWT,” ujar Fawait di hadapan para jamaah.
Ia juga menambahkan bahwa momen sahur di Madinah memberikan pengalaman spiritual yang berbeda, di mana kedekatan dengan makam Rasulullah SAW menambah kekhusyukan bagi setiap muslim yang menjalankan ibadah di sana.
Sesampainya di lokasi, suasana kekeluargaan tampak begitu kental. Fawait bersama Ketua JMB dan pimpinan Al Furqon duduk lesehan bersama para jamaah tanpa sekat.
Pola makan komunal (talam) yang menjadi ciri khas budaya Arab diterapkan untuk menambah rasa persaudaraan.
Sebelum menyantap hidangan, Fawait membimbing jamaah untuk melafalkan niat puasa secara serentak.
”Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap jamaah telah memantapkan tekad mereka sebelum fajar menyingsing, sesuai dengan tuntunan syariat,” imbuhnya.
Pelaksanaan sahur dengan menu bergizi dan suasana hati yang bahagia dianggap penting oleh Fawait untuk menjaga stamina jamaah.
Mengingat rangkaian ibadah umrah memerlukan energi fisik yang besar, asupan nutrisi yang cukup di waktu sahur menjadi faktor pendukung utama agar jamaah tetap fokus beribadah di Masjid Nabawi maupun Masjidil Haram nantinya.
“Kami ingin memastikan para jamaah merasa nyaman dan bahagia. Ibadah yang dijalankan dengan hati yang senang dan fisik yang prima tentu akan memberikan hasil yang lebih maksimal dalam mengejar keberkahan Ramadan,” tutup Fawait.
Kegiatan sahur bareng ini diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa Indonesia dan kemudahan bagi seluruh muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa di seluruh belahan dunia.














