Gowa, LENSANUSANTARA.CO.ID — Pertemuan antara Ashabul Kahfi dan Muhammad Fadil Imran di Jakarta menjadi perhatian publik dan pengamat politik nasional. Momen tersebut dinilai memiliki makna strategis di tengah dinamika internal Partai Amanat Nasional Sulawesi Selatan pasca pergantian pucuk kepemimpinan wilayah.
Dalam foto yang beredar luas, Komjen Fadil Imran tampak merangkul pundak Ashabul Kahfi dengan suasana hangat dan penuh keakraban. Bahasa tubuh keduanya dinilai mencerminkan adanya komunikasi dan sinyal dukungan moral antartokoh nasional asal Sulawesi Selatan.
Pengamat menilai, pertemuan itu tidak sekadar silaturahmi biasa, melainkan juga menjadi indikator penting terhadap arah baru konsolidasi politik PAN Sulsel ke depan.
Humas LSM Inakor Gowa, Haeruddin, menyebut pertemuan tersebut sebagai pertanda positif bagi soliditas PAN Sulawesi Selatan setelah terjadinya reposisi kepemimpinan di tingkat wilayah.
“Ini pertanda baik untuk PAN Sulsel. Pertemuan ini sarat makna dan menjadi pesan bahwa ada arah baru di tubuh PAN Sulsel pasca pergantian kepemimpinan,” ujar Haeruddin kepada media.
Menurutnya, kehadiran Ashabul Kahfi bersama Fadil Imran menunjukkan adanya dukungan moral dari tokoh nasional terhadap proses konsolidasi partai di Sulawesi Selatan.
Diketahui, Ashabul Kahfi kini ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPW PAN Sulsel menggantikan Husniah Talenrang. Pergantian tersebut memunculkan berbagai respons publik dan menjadi perhatian kalangan politik di daerah.
Sejumlah pengamat menilai langkah DPP PAN menempatkan Ashabul Kahfi sebagai nahkoda baru PAN Sulsel merupakan bagian dari strategi penataan ulang kekuatan politik partai menghadapi dinamika politik lokal, khususnya di Kabupaten Gowa yang belakangan menjadi salah satu pusat perhatian politik Sulawesi Selatan.
Sementara itu, kedekatan sejumlah tokoh nasional asal Sulsel dinilai dapat menjadi energi baru dalam memperkuat komunikasi politik, menjaga stabilitas organisasi, serta mempercepat konsolidasi internal partai menuju agenda politik mendatang.
Narasumber:
Haeruddin — Humas LSM Inakor Gowa
Mj@.19) melaporkan.












