Sawahlunto, LENSANUSANTARA.CO.ID — Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra memimpin Focus Group Discussion (FGD) bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Balaikota Sawahlunto guna membahas kesiapan daerah dalam menyambut momentum Idul Fitri agar berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.5/3/26.
FGD tersebut membahas sejumlah aspek strategis yang berpotensi mempengaruhi kelancaran aktivitas masyarakat menjelang hingga selama libur Lebaran.
Beberapa isu utama yang menjadi perhatian dalam diskusi itu antara lain ketersediaan bahan pangan pokok, distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM), kondisi jalan serta infrastruktur publik, hingga pengamanan kegiatan keagamaan dan mobilitas masyarakat pada masa mudik dan libur panjang.
Dalam arahannya, Wali Kota Riyanda Putra menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan instansi terkait agar setiap potensi kerawanan dapat diantisipasi sejak dini.
Menurutnya, momentum Idul Fitri selalu diikuti dengan meningkatnya aktivitas sosial dan mobilitas masyarakat. Oleh karena itu, kesiapsiagaan bersama menjadi kunci untuk memastikan seluruh layanan publik dapat berjalan optimal.
“Koordinasi yang kuat antarinstansi sangat penting agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi sejak awal, sehingga masyarakat dapat menjalani momentum Idul Fitri dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga mengajak seluruh unsur Forkopimda untuk aktif saling berbagi informasi serta referensi terkait langkah-langkah mitigasi yang perlu dilakukan.
Pendekatan kolaboratif tersebut dinilai penting agar setiap kebijakan atau langkah penanganan dapat dilaksanakan secara cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran.
Selain itu, Wali Kota meminta laporan terkini dari perangkat daerah terkait mengenai progres langkah-langkah yang telah dilakukan, khususnya dalam menjaga stabilitas ketersediaan bahan pangan di pasar.
Langkah pemantauan tersebut dimaksudkan agar pemerintah daerah dapat segera mengambil tindakan apabila ditemukan potensi gangguan distribusi maupun lonjakan harga yang dapat berdampak pada masyarakat menjelang Idul Fitri.(Suherman)














