Berita

Safari Jumat di Masjid Nurul Hikmah, Wako Alfin Tekankan Kebersihan Lingkungan dan Pendidikan Gratis

1775
×

Safari Jumat di Masjid Nurul Hikmah, Wako Alfin Tekankan Kebersihan Lingkungan dan Pendidikan Gratis

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH bersama Wakil Wali Kota Azhar Hamzah melaksanakan Safari Jumat di Masjid Nurul Hikmah, Desa Koto Lebu, Kecamatan Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh, Jumat (2/1/2026).

Sungai Penuh, LENSANUSANTARA.CO.ID – Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH bersama Wakil Wali Kota Azhar Hamzah melaksanakan Safari Jumat di Masjid Nurul Hikmah, Desa Koto Lebu, Kecamatan Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh, Jumat (2/1/2026).

Kegiatan Safari Jumat ini turut diikuti oleh Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh, Alpian, SE, serta sejumlah kepala OPD dan jajaran Pemerintah Kota Sungai Penuh. Kehadiran pimpinan daerah tersebut disambut hangat oleh pengurus masjid dan masyarakat setempat.

Example 300x600

Safari Jumat merupakan agenda rutin Pemerintah Kota Sungai Penuh sebagai sarana mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus menjadi wadah untuk menyampaikan informasi serta menyerap aspirasi warga secara langsung.

Dalam sambutannya, Wali Kota Alfin menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya dalam mengurangi penggunaan sampah plastik. Menurutnya, perubahan besar berawal dari kesadaran bersama untuk melakukan hal-hal kecil secara konsisten.
Advertisement

BACA JUGA :
Kemenag Sungai Penuh Imbau Jaga Kerukunan saat Perayaan Natal

“Menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Perubahan besar dimulai dari kesadaran kecil yang dilakukan secara terus-menerus,” ujar Wako Alfin.

Selain itu, Wako Alfin juga menyampaikan bahwa sejumlah titik yang sebelumnya kerap menjadi langganan banjir di wilayah Kota Sungai Penuh kini mulai berkurang. Hal tersebut merupakan dampak dari upaya normalisasi sungai yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah.

Di bidang pendidikan, Wako Alfin menegaskan bahwa tidak ada lagi alasan bagi anak-anak di Kota Sungai Penuh untuk tidak mengenyam pendidikan. Pemerintah Kota Sungai Penuh telah menyiapkan berbagai program, seperti Beasiswa Juara, seragam sekolah gratis, serta dukungan khusus bagi anak-anak penghafal Al-Qur’an atau hafiz.

BACA JUGA :
Kominfo Sungai Penuh Kembali Jalankan Program 3S untuk Tekan Angka Stunting

“Pemerintah hadir untuk memastikan seluruh anak-anak Kota Sungai Penuh mendapatkan hak pendidikan yang layak, termasuk bagi para penghafal Al-Qur’an yang menjadi kebanggaan daerah,” tambahnya.

Safari Jumat ini juga menjadi momentum penting untuk mempererat ukhuwah islamiyah serta memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Wako Alfin menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan dan peran aktif masyarakat.

“Melalui Safari Jumat ini, kami ingin terus hadir di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi, serta bersama-sama menjaga persatuan dan kebersamaan demi kemajuan Kota Sungai Penuh,” tegasnya.

BACA JUGA :
Wawako Azhar Lantik dan Kukuhkan 144 Pejabat Eselon II, III, dan IV

Di akhir sambutannya, Wali Kota Alfin secara simbolis menyerahkan bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk pembangunan Masjid Nurul Hikmah Sebanyak 5 Juta Rupiah. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya guna menunjang sarana dan prasarana masjid, serta meningkatkan kenyamanan jamaah dalam beribadah.

Wako Alfin juga turut mengajak masyarakat untuk terus menghidupkan semangat gotong royong serta memakmurkan masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan pembinaan umat. Menurutnya, masjid memiliki peran strategis tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat penguatan nilai-nilai sosial dan keislaman.

Kegiatan Safari Jumat ditutup dengan doa bersama, dengan harapan Kota Sungai Penuh senantiasa diberikan keberkahan, keamanan, dan kemajuan yang berkelanjutan.(phl)

Tak Lagi Bergantung Bansos, Warga Ngawi Didorong Sukses Lewat Program Jatim Puspa PlusNgawi, LENSANUSANTARA.CO.ID — Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menyalurkan bantuan Program Jatim Puspa Plus kepada masyarakat penerima manfaat di Kantor Desa Jambangan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi (23/7/2026).Program ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya perempuan di pedesaan.Selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Program Jatim Puspa Plus juga bertujuan memperkuat ketahanan pangan, mengembangkan usaha mikro, serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan.Kegiatan penyerahan bantuan dihadiri Kepala Desa Jambangan Murdoko, Camat Paron, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Ngawi Budi Santoso, Kepala Bidang Usaha Ekonomi Desa DPMD Provinsi Jawa Timur Damin, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas Desa Jambangan.Dalam sambutannya, Kepala Desa Jambangan, Murdoko mengatakan bantuan yang diberikan bukan berupa uang tunai, melainkan barang yang disesuaikan dengan jenis usaha penerima manfaat. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk mengembangkan usaha yang telah berjalan maupun memulai usaha baru.> "Bantuan ini diberikan dalam bentuk barang agar dapat langsung dimanfaatkan untuk menjalankan atau mengembangkan usaha. Jika dikelola dengan baik, usaha penerima manfaat akan berkembang sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga," ujarnya.Sementara itu, Kepala DPMD Kabupaten Ngawi, Budi Santoso menjelaskan bahwa Program Jatim Puspa Plus menyasar perempuan yang telah graduasi dari Program Keluarga Harapan (PKH) maupun masyarakat yang masuk dalam kelompok kesejahteraan desil 1 hingga desil 5.Ia berharap bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan keluarga melalui kegiatan usaha produktif.> "Kami berharap bantuan ini menjadi modal untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Penerima manfaat juga diharapkan fokus mengembangkan usahanya sehingga mampu mandiri secara ekonomi," katanya.Budi menambahkan, program ini diperuntukkan bagi masyarakat yang memiliki semangat berwirausaha sehingga diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup tanpa terus bergantung pada bantuan sosial.Di kesempatan yang sama, Kepala Bidang Usaha Ekonomi Desa DPMD Provinsi Jawa Timur, Damin menjelaskan bahwa pelaksanaan Program Jatim Puspa Plus mengacu pada Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 64 Tahun 2013 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 2 Tahun 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Timur tetap melakukan pendampingan hingga proses penyaluran bantuan kepada masyarakat.Menurutnya, bantuan Jatim Puspa Plus merupakan bantuan khusus yang pada tahun 2026 mengalami peningkatan nilai dari Rp2,5 juta menjadi Rp 3 juta untuk setiap penerima manfaat.> "Pesan Ibu Gubernur Jawa Timur, setelah menerima bantuan masyarakat diharapkan segera memulai usaha dan membangun jejaring usaha agar dapat saling mendukung ketika menerima pesanan dalam jumlah besar," jelas Damin.Ia menilai kolaborasi antarpelaku UMKM menjadi salah satu kunci agar usaha masyarakat dapat berkembang lebih cepat sekaligus menciptakan pemerataan manfaat ekonomi di tingkat desa."Apabila setiap desa mampu mengembangkan potensi yang dimiliki, maka perekonomian desa akan tumbuh dan kesejahteraan masyarakat pun ikut meningkat," tambahnya.Ditemui secara terpisah, Kepala bidang usaha ekonomi desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur, Damin menjelaskan bahwa pemerintah akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penerima bantuan, baik melalui pendampingan internal maupun eksternal. Evaluasi tersebut meliputi pemanfaatan bantuan, peningkatan pendapatan usaha, serta tingkat keberhasilan usaha yang dijalankan oleh penerima manfaat.Selain menerima bantuan, masyarakat juga akan memperoleh pendampingan agar mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.Pada tahun 2026, Program Jatim Puspa Plus di Kabupaten Ngawi menyasar tiga desa, yakni Desa Jambangan di Kecamatan Paron, Desa Karangjati, dan Desa Kedungmiri.Bagi masyarakat yang telah mengajukan usulan namun belum memperoleh bantuan pada tahap ini, Damin memastikan usulan tersebut akan diupayakan masuk dalam pembahasan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) Tahun 2026.Melalui Program Jatim Puspa Plus, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap semakin banyak masyarakat yang mampu membangun usaha secara mandiri, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperkuat perekonomian desa sebagai fondasi pembangunan daerah (Taufan Rahsobudi/ Lensa Nusantara Ngawi).
Berita

Post Views: 1,690 Ngawi, LENSANUSANTARA.CO.ID — Pemerintah Provinsi…