Berita

Sambut Ramadan, Wali Kota Alfin dan ASN Setda Sungai Penuh Gelar Doa dan Makan Bersama

1745
×

Sambut Ramadan, Wali Kota Alfin dan ASN Setda Sungai Penuh Gelar Doa dan Makan Bersama

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH, menghadiri kegiatan Sambut Ramadhan dan makan bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Sekretariat Daerah Kota Sungai Penuh, Kamis (12/02).

Sungai Penuh, LENSANUSANTARA.CO.ID – Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH, menghadiri kegiatan Sambut Ramadhan dan makan bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Sekretariat Daerah Kota Sungai Penuh, Kamis (12/02).


Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah, Sekretaris Daerah Alfian, Ketua MUI Kota Sungai Penuh K.H. Jasrial Zakir, para Kepala Bagian lingkup Sekretariat Daerah, serta seluruh ASN di lingkungan Setda Kota Sungai Penuh.

Example 300x600

Dalam sambutannya, Wali Kota Alfin menyampaikan ucapan selamat menyambut Bulan Suci Ramadhan kepada seluruh ASN. Ia mengapresiasi kebersamaan dalam kegiatan syukuran menyambut Ramadhan yang dirangkai dengan makan bersama sebagai bentuk mempererat silaturahmi dan kekompakan di lingkungan Sekretariat Daerah.

BACA JUGA :
Kominfo Sungai Penuh Kembali Jalankan Program 3S untuk Tekan Angka Stunting

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Sungai Penuh, saya mengucapkan selamat menyambut Bulan Suci Ramadhan. Semoga Ramadhan tahun ini membawa keberkahan bagi kita semua,” ujar Alfin.

BACA JUGA :
Hadiri Pelantikan Pengurus SMSI Kerinci–Sungai Penuh, Ini Pesan Wawako Azhar


Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Sekretariat Daerah harus menjadi contoh dan teladan bagi ASN di lingkup Pemerintah Kota Sungai Penuh. Menurutnya, Ramadhan merupakan momentum untuk meningkatkan keimanan, memperbanyak ibadah, membantu sesama, serta memperkuat semangat berbagi dan bersedekah.

“ASN Setda harus menjadi contoh ASN yang baik. Mari kita jadikan Ramadhan sebagai momentum untuk memperbaiki diri, menghindari perbuatan yang tidak baik, serta bersama-sama bersemangat menyambut bulan suci dengan memperbanyak ibadah,” tambahnya.

BACA JUGA :
DPD IMM Prov. Jambi Ajukan Audiensi Resmi Terkait Viral Pelayanan RSUD Mayjen H. A. Thalib Sungai Penuh


Selanjutnya, doa bersama dipimpin oleh Ketua MUI Kota Sungai Penuh, K.H. Jasrial Zakir, yang dilanjutkan dengan pembacaan sholawat bersama seluruh ASN lingkup Sekretariat Daerah Kota Sungai Penuh.


Acara ditutup dengan saling bermaaf-maafan antara Wali Kota, Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah, para Kepala Bagian, dan seluruh ASN lingkup Sekretariat Daerah Kota Sungai Penuh sebagai wujud mempererat ukhuwah dan kebersamaan menjelang Bulan Suci Ramadhan.(phl)

Tak Lagi Bergantung Bansos, Warga Ngawi Didorong Sukses Lewat Program Jatim Puspa PlusNgawi, LENSANUSANTARA.CO.ID — Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menyalurkan bantuan Program Jatim Puspa Plus kepada masyarakat penerima manfaat di Kantor Desa Jambangan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi (23/7/2026).Program ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya perempuan di pedesaan.Selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Program Jatim Puspa Plus juga bertujuan memperkuat ketahanan pangan, mengembangkan usaha mikro, serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan.Kegiatan penyerahan bantuan dihadiri Kepala Desa Jambangan Murdoko, Camat Paron, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Ngawi Budi Santoso, Kepala Bidang Usaha Ekonomi Desa DPMD Provinsi Jawa Timur Damin, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas Desa Jambangan.Dalam sambutannya, Kepala Desa Jambangan, Murdoko mengatakan bantuan yang diberikan bukan berupa uang tunai, melainkan barang yang disesuaikan dengan jenis usaha penerima manfaat. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk mengembangkan usaha yang telah berjalan maupun memulai usaha baru.> "Bantuan ini diberikan dalam bentuk barang agar dapat langsung dimanfaatkan untuk menjalankan atau mengembangkan usaha. Jika dikelola dengan baik, usaha penerima manfaat akan berkembang sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga," ujarnya.Sementara itu, Kepala DPMD Kabupaten Ngawi, Budi Santoso menjelaskan bahwa Program Jatim Puspa Plus menyasar perempuan yang telah graduasi dari Program Keluarga Harapan (PKH) maupun masyarakat yang masuk dalam kelompok kesejahteraan desil 1 hingga desil 5.Ia berharap bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan keluarga melalui kegiatan usaha produktif.> "Kami berharap bantuan ini menjadi modal untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Penerima manfaat juga diharapkan fokus mengembangkan usahanya sehingga mampu mandiri secara ekonomi," katanya.Budi menambahkan, program ini diperuntukkan bagi masyarakat yang memiliki semangat berwirausaha sehingga diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup tanpa terus bergantung pada bantuan sosial.Di kesempatan yang sama, Kepala Bidang Usaha Ekonomi Desa DPMD Provinsi Jawa Timur, Damin menjelaskan bahwa pelaksanaan Program Jatim Puspa Plus mengacu pada Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 64 Tahun 2013 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 2 Tahun 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Timur tetap melakukan pendampingan hingga proses penyaluran bantuan kepada masyarakat.Menurutnya, bantuan Jatim Puspa Plus merupakan bantuan khusus yang pada tahun 2026 mengalami peningkatan nilai dari Rp2,5 juta menjadi Rp 3 juta untuk setiap penerima manfaat.> "Pesan Ibu Gubernur Jawa Timur, setelah menerima bantuan masyarakat diharapkan segera memulai usaha dan membangun jejaring usaha agar dapat saling mendukung ketika menerima pesanan dalam jumlah besar," jelas Damin.Ia menilai kolaborasi antarpelaku UMKM menjadi salah satu kunci agar usaha masyarakat dapat berkembang lebih cepat sekaligus menciptakan pemerataan manfaat ekonomi di tingkat desa."Apabila setiap desa mampu mengembangkan potensi yang dimiliki, maka perekonomian desa akan tumbuh dan kesejahteraan masyarakat pun ikut meningkat," tambahnya.Ditemui secara terpisah, Kepala bidang usaha ekonomi desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur, Damin menjelaskan bahwa pemerintah akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penerima bantuan, baik melalui pendampingan internal maupun eksternal. Evaluasi tersebut meliputi pemanfaatan bantuan, peningkatan pendapatan usaha, serta tingkat keberhasilan usaha yang dijalankan oleh penerima manfaat.Selain menerima bantuan, masyarakat juga akan memperoleh pendampingan agar mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.Pada tahun 2026, Program Jatim Puspa Plus di Kabupaten Ngawi menyasar tiga desa, yakni Desa Jambangan di Kecamatan Paron, Desa Karangjati, dan Desa Kedungmiri.Bagi masyarakat yang telah mengajukan usulan namun belum memperoleh bantuan pada tahap ini, Damin memastikan usulan tersebut akan diupayakan masuk dalam pembahasan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) Tahun 2026.Melalui Program Jatim Puspa Plus, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap semakin banyak masyarakat yang mampu membangun usaha secara mandiri, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperkuat perekonomian desa sebagai fondasi pembangunan daerah (Taufan Rahsobudi/ Lensa Nusantara Ngawi).
Berita

Post Views: 1,690 Ngawi, LENSANUSANTARA.CO.ID — Pemerintah Provinsi…