Daerah

Ponpes Al-Ishlah Bondowoso Kembali Salurkan Zakat Mal kepada 4.305 Penerima

1004
×

Ponpes Al-Ishlah Bondowoso Kembali Salurkan Zakat Mal kepada 4.305 Penerima

Sebarkan artikel ini
KH. Thoha Yusuf Zakaria, Lc Pengasuh Pondok Pesantren Al Ishlah Dadapan Bondowoso

Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID — Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah kembali menjadi momentum berbagi dan menebar keberkahan bagi Pondok Pesantren Al-Ishlah yang berlokasi di Masjid Kembar Desa Dadapan, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso. Minggu, 15/3/2026

Example 300x600

Melalui program sosial tahunan, pesantren ini kembali menyalurkan zakat mal kepada ribuan masyarakat dari berbagai lapisan, baik dari dalam maupun luar daerah.

Pada Ramadan tahun ini, jumlah penerima zakat (mustahik) mengalami peningkatan signifikan. Jika pada tahun sebelumnya tercatat sebanyak 2.223 orang, maka pada tahun 2026 jumlah penerima meningkat menjadi 4.305 orang. Para mustahik tersebut berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Bondowoso, sebagian dari Kabupaten Jember, serta beberapa daerah lain di Indonesia.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ishlah, KH Thoha Yusuf Zakariya, Lc menjelaskan bahwa peningkatan jumlah penerima zakat ini mencerminkan dua hal penting.

BACA JUGA :
Nahas..!! Terjadi Kecelakaan di Maesan Bondowoso, Begini Kata Saksi Mata

Pertama, meningkatnya kesadaran para muzakki untuk menunaikan kewajiban zakat mal. Kedua, bertambahnya potensi dana zakat seiring dengan meningkatnya penghasilan para pemberi zakat.

“Alhamdulillah, tahun ini penerima zakat bertambah cukup signifikan. Tahun lalu sekitar dua ribuan, sekarang mencapai 4.305 orang. Ini menunjukkan bahwa kepercayaan umat semakin besar dan penghasilan para muzakki juga semakin baik,” ungkap Abi Thoha.

Ia menjelaskan bahwa nominal zakat yang disalurkan sangat beragam, disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing penerima. Selain itu, bagian dari strategi pengelolaan zakat yang fleksibel dan berkeadilan.

“Kami selalu menawarkan, apakah ingin memperbanyak jumlah penerima atau memperbesar nominal bantuan. Sebagian memilih agar zakat dibagi kepada lebih banyak orang, tetapi saya juga mendorong agar ada porsi dana yang lebih besar supaya dapat dikelola secara produktif,” jelasnya.

Menurut Abi Thoha, zakat produktif menjadi salah satu fokus utama Pesantren Al-Ishlah dalam beberapa tahun terakhir.

BACA JUGA :
Kelangkaan Minyak Goreng di Bondowoso, Kuat Dugaan Toko Modern Biangnya, Begini Kata Diskoperindag

Melalui skema ini, zakat tidak hanya habis untuk kebutuhan konsumtif jangka pendek, tetapi juga dapat menjadi modal usaha yang berkelanjutan bagi mustahik.

Ia mencontohkan, penerima zakat produktif dapat diberikan modal berupa ternak ayam atau kambing.

Misalnya, seseorang menerima 10 ekor ayam betina dan seekor ayam jantan. Setelah ayam tersebut bertelur dan berkembang biak, jumlahnya dapat meningkat hingga ratusan ekor. Hasilnya kemudian dapat digunakan untuk membeli kambing yang selanjutnya juga berkembang biak.

“Harapan kami, mustahik ini suatu saat tidak lagi menjadi penerima zakat, tetapi justru berubah menjadi muzakki. Ini memang tidak instan, tetapi jika dikelola dengan baik, insyaallah pada tahun-tahun berikutnya dapat terwujud,” katanya.

Lebih jauh, Abi Thoha menegaskan bahwa tujuan utama dari program zakat produktif ini adalah mengurangi angka kemiskinan, setidaknya di wilayah Bondowoso dan sekitarnya. Ia menyadari masih banyak masyarakat yang membutuhkan uluran tangan dan perhatian bersama.

BACA JUGA :
PJ Bupati Bondowoso Sebut PPPK Tahun Ini Akan Prioritaskan Nakes

“Kalau kita hanya berpikir jangka pendek, zakat akan habis. Namun jika dipikirkan dalam jangka panjang, zakat bisa menjadi solusi ekonomi umat. Kami ingin para penerima juga merasakan manfaat dan nikmat dari Allah SWT melalui perantara Pondok Pesantren Al-Ishlah,” tambahnya.

Program penyaluran zakat ini mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat. Banyak penerima yang mengaku sangat terbantu, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

Pesantren Al-Ishlah berharap tradisi berbagi di bulan Ramadan ini terus berlanjut dan semakin memberikan dampak positif bagi kesejahteraan umat.

Dengan semangat kebersamaan dan keikhlasan, Pondok Pesantren Al-Ishlah kembali menegaskan perannya tidak hanya sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat.

error: Content is protected !!