Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID – Upaya penguatan peran sumber daya manusia Program Keluarga Harapan (PKH) kembali menjadi sorotan dalam kegiatan pembinaan SDM PKH Kabupaten Bondowoso yang dirangkai dengan Halal Bihalal 1447 H, Rabu (1/4/2026), di Pendopo Raden Bagus Asra.
Kegiatan yang digelar Dinas Sosial P3AKB ini tak sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi antara pemerintah daerah dan para pendamping PKH untuk memperkuat sinergi dalam penanganan kemiskinan.
Dalam forum tersebut, Bupati Bondowoso Abd. Hamid Wahid menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi faktor krusial dalam menekan angka kemiskinan. Ia menyoroti pentingnya integrasi mulai dari administrasi kependudukan hingga layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan agar program berjalan efektif.
Menurutnya, peran SDM PKH sangat strategis karena berada di garis depan dalam mendampingi masyarakat penerima manfaat. Oleh karena itu, akurasi dan pembaruan data menjadi hal yang tidak bisa ditawar.
“Pemutakhiran data harus dilakukan secara berkala, akurat, dan transparan. Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional wajib menjadi rujukan utama agar tidak terjadi tumpang tindih bantuan dan penyalurannya tepat sasaran,” tegasnya.
Bupati juga mengingatkan bahwa keberhasilan program pengentasan kemiskinan sangat bergantung pada kerja kolektif dari tingkat kabupaten hingga desa, dengan orientasi pada dampak nyata di masyarakat.
Selain pengarahan, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan cinderamata kepada koordinator wilayah PKH yang telah purna tugas, serta santunan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan kepada lima penerima manfaat.
Hadir dalam kegiatan itu jajaran Asisten Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Sosial P3AKB, perangkat daerah terkait, instansi vertikal, para koordinator wilayah, serta 173 anggota PKH Kabupaten Bondowoso.(Arik)














